Selasa, 06 Agu 2019 22:20 WIB

Jualo Dicaplok Startup Asal Singapura

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jualo. Foto: dok. Jualo Jualo. Foto: dok. Jualo
Jakarta - Carro, pemain marketplace otomotif yang berbasis Singapura ini baru saja mengakuisisi Jualo, situs jual-beli barang bekas asal Indonesia.

Langkah Carro ini seiring dengan putaran pendanaan seri B yang masuk ke kantongnya sebesar USD 90 juta. Sebelumnya di putaran pedanaan yang sama pada tahun lalu, Carro juga meraup dana dari Softbank Ventures Asia, Insignia Ventures, B Capital Group, Singtel Innov8, Golden Gate Ventures, dan Alpha JWC.

Selama tiga tahun beroperasi, Carro setidaknya telah mengumpulkan dana lebih dari USD 100 juta dari para investor.


"Ada minat di putaran Seri B kami yang awalnya tutup menjelang akhir tahun lalu. Kami memiliki banyak investor strategis berkualitas yang datang dan karena itu memutuskan untuk memperpanjang putaran pendanaan. Putaran sekarang secara resmi ditutup," kata pendiri dan CEO Carro Aaron Tan dikutip dari Tech Crunch, Selasa (6/8/2019).

Pada penutupan ini, Carro mengakusisi Jualo yang dinilainya sebagai pemain dengan pertumbuhan tercepat di pasar Indonesia dengan memperdagangkan barang-barang baru dan bekas di lebih dari 300 kategori, termasuk mobil, motor, properti, mode, dan elektronik.

Jualo sendiri telah mengumpulkan empat juta pengguna aktif bulanan dan memfasilitasi transaksi senilai USD 1 miliar pada tahun lalu.


Tan mengatakan bahwa Jualo yang beroperasi dalam beberapa kategori lebih banyak daripada Carro akan terus beroperasi di bawah merek aslinya. Akusisi Jualo ini juga sebagai 'pintu gerbang' untuk ekspansi dari kandang mereka di Singapura

"Tujuan kami dengan Jualo.com adalah menggandakan dan menumbuhkan bisnis Jualo.com, dengan fokus yang kuat dan penekanan pada sektor otomotif," katanya.

Di Indonesia, Carro bersaing dengan sejumlah startup, misalnya BeliMobilGue, Carsome, iCar, dan Carmudi. Carro yang beroperasi di Singapura, Thailand dan Indonesia mengklaim pada tahun lalu nilai penjualannya lebih dari USD 500 juta, naik dari USD 250 juta pada tahun 2017 dan tahun sebelumnya lagi USD 120 juta.

Simak Video "Kota Ekosistem Potensial Startup, Jakarta Duduki Peringkat ke-33"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed