Selasa, 06 Agu 2019 10:25 WIB

Apple Mau Geber Produksi iPhone di Luar China, Kenapa?

Adi Fida Rahman - detikInet
Logo Apple. Foto: Ari Saputra/detikcom Logo Apple. Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Presiden AS Donald Trump akan mengenakan tarif bea masuk 10% untuk barang asal China senilai USD 300 miliar. Kendati belum diketahui apakah hal ini akan berdampak, keputusan tersebut membuat Apple ancang-ancang mencari lokasi baru untuk memproduksi perangkatnya.

Hal tersebut dituturkan oleh analis kenamaan Ming-Chi Kuo. Dia mengatakan, jikapun barang Apple terkena aturan tarif, memang tidak akan berdampak pada kenaikan harga perangkatnya dalam jangka pendek, tapi yang lebih dikhawatirkan akan memukul harga saham.

Kuo berkeyakinan, Apple telah mempersiapkan strategi bilamana ada kebijakan peningkatan tarif. Dia memperkirakan perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California, AS itu akan menggelontorkan tambahan biaya dalam jangka menengah.



Dalam jangka panjang, Kuo berpendapat kalau lokasi produksi di luar China akan dapat memenuhi sebagian besar permintaan dari pasar AS dalam dua tahun ke depan. Pemikiran ini didasarkan pada kombinasi tingkat otomatisasi produksi dan pangsa pasar Apple di Amerika Serikat.

"Jika pangsa pasar pasar AS lebih rendah, dan tingkat otomatisasi produksi lebih tinggi, memperluas kapasitas produksi non-Cina untuk memenuhi permintaan AS menjadi lebih mudah," kata Kuo.

Berikut prediksi Kuo:

1. iPhone: memperluas jalur produksi di luar China akan menjadi tantangan karena iPhone memiliki otomatisasi di jalur produksi rendah. Diperkirakan bahwa lokasi produksi di luar China akan memenuhi persyaratan pasar AS pada tahun 2020.

2. iPad: tidak sulit untuk memperluas kapasitas produksi non-Cina untuk memenuhi permintaan AS karena tingkat otomatisasi produksi yang lebih tinggi dan pangsa pasar AS yang lebih kecil.

3. Meskipun tingkat otomatisasi produksi lebih tinggi daripada iPhone, lokasi produksi non-China Mac tidak dapat memenuhi permintaan dari pasar AS hingga 2021 karena pangsa pasar yang lebih tinggi dari pasar AS.

4. Apple Watch: memprediksi titik-titik produksi di luar China akan siap pada tahun 2020.

5. AirPods: memprediksi perubahan desain akan membantu meningkatkan otomatisasi dan segera dapat memproduksi di luar China.


Kuo pun menuturkan pendapatnya soal lokasi produksi potensial di luar China. Dia menyebut Vietnam akan menjadi tempat produksi setidaknya dua produk, iPhone dan AirPods, pada tahun 2020.

Simak Video "Apple Tutup Gate, Ratusan Orang Menginap di Apple Orchard"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)