Senin, 22 Jul 2019 20:44 WIB

Tokopedia Gandeng Modalku, Hadirkan Pinjaman untuk Penjual

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Dok. Tokopedia Foto: Dok. Tokopedia
Jakarta - Layanan Tokopedia Pinjaman Modal "ganti baju" jadi Modal Toko. Menggandeng Modalku, layanan pinjaman usaha ini dijanjikan lebih mudah, instan dan fleksibel.

"Tokopedia melihat adanya kebutuhan yang tinggi dari para penjual akan pinjaman modal usaha yang lebih mudah, instan dan fleksibel. Sejak diluncurkan April 2019 lalu, sudah ada puluhan ribu penjual yang dapat mengakses pinjaman modal melalui Modal Toko," kata Samuel Sentana, AVP Fintech Tokopedia.

Melalui Modal Toko, penjual di Tokopedia bisa mendapatkan modal hingga Rp 300 juta. Pinjaman ini dapat ditarik kapan saja dan berapa saja sesuai kebutuhan sampai batas kredit limit tercapai, dengan proses aplikasi dan persyaratan mudah.




Selain itu, bunga pinjaman dijanjikan rendah dan flat, serta tanpa biaya admin atau provisi lainnya. Proses persetujuan pinjaman hanya akan memakan waktu rata-rata satu hari. Jika sudah disetujui, pinjaman modal akan masuk ke Saldo Penghasilan Tokopedia secara real time dan bisa langsung ditarik tunai.

Sederet nilai tambah yang dihadirkan Tokopedia melalui Modal Toko diharapkan bisa membuat arus keuangan para penjual berjalan lebih baik. Ketersediaan modal yang lancar memungkinkan para penjual restocking lebih cepat, sehingga keuntungan yang bisa didapatkan pun bisa menjadi lebih tinggi.




"Layanan Modal Toko untuk mendorong perkembangan bisnis para penjual di Tokopedia, serta meningkatkan inklusi keuangan bagi UMKM secara keseluruhan," terang Samuel.

Sementara itu, Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya mengatakan di era digital ini inovasi menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan UMKM lokal, termasuk segmen online seller yang tumbuh begitu pesat belakangan ini. Kerja sama Modalku dengan Tokopedia menjadi salah satu cara untuk memperluas akses ke pinjaman usaha yang terjangkau bagi sektor underserved sekaligus berkontribusi untuk inklusi keuangan nasional.

"Penting bagi kami agar usaha-usaha kecil yang berpotensi, layak, serta bertanggung jawab dapat mengembangkan kapasitas dan berekspansi," ujar Reynold.


(afr/krs)