Selasa, 02 Jul 2019 20:39 WIB

Sambut Baik LinkAJa, Go-Pay Siap Diajak Kolaborasi

Moch Prima Fauzi - detikInet
Foto: Moch Prima Fauzi/detikcom Foto: Moch Prima Fauzi/detikcom
Jakarta - Go-Pay menyambut baik kehadiran LinkAja di tengah-tengah masyarakat. Sebagai sesama pemain fintech di Indonesia, Go-Pay pun siap jika diajak kolaborasi.

"Kami menyambut baik kehadiran LinkAja di tengah-tengah masyarakat. Kami melihat bahwa kehadiran LinkAja membawa misi yang serupa dengan Go-Pay, sesama fintech Tanah Air, yaitu mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia menggunakan uang tunai dan meningkatkan inklusi keuangan. Oleh karena itu, kami sangat terbuka untuk berkolaborasi antara Go-Pay dan LinkAja," ungkap Managing Director Go-Pay Budi Gandasoebrata dalam keterangan tertulis, Selasa (2/7/2019).

Budi optimis kolaborasi ini akan berdampak positif tidak hanya bagi pengguna Go-Pay dan LinkAja, tapi juga dapat mempercepat terwujudnya masyarakat nontunai dan keuangan inklusif di Indonesia.



Sambutan Go-Pay terhadap LinkAja ini terlihat dari karangan bunga yang dikirimkan perusahaan saat acara peresmian.

Sementara CEO LinkAja Danu Wicaksono mengharapkan kehadiran LinkAja di Indonesia bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sambut Baik LinkAJa, Go-Pay Siap Diajak KolaborasiFoto: Dok. Go-Pay

"LinkAja sebagai uang elektronik yang dibentuk dari sinergi Telkomsel dan 7 BUMN dengan basis nasabah yang besar dan tersebar di seluruh Indonesia diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat," ungkapnya.

LinkAja diluncurkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno pada Minggu (30/7/2019) kemarin. Layanan ini merupakan hasil migrasi dari T-Cash milik Telkomsel, Mandiri e-cash Bank Mandiri, UnikQu BNI, T-money dari Telkom, dan T-Bank dari BRI.


Di sisi lain terdapat data bahwa dari hasil riset yang dilakukan Visa bertajuk Consumer Payment Attitudes 2018, jumlah konsumen yang melek digital di Asia Tenggara semakin meningkat dan masyarakat Indonesia juga semakin menyadari manfaat pembayaran nontunai.

Riset tersebut menyatakan bahwa 77% masyarakat Indonesia memperkirakan akan semakin sering menggunakan pembayaran nontunai dalam jangka waktu 12 bulan ke depan dan 41% meyakini Indonesia akan mewujudkan masyarakat tanpa tunai dalam kurun waktu tiga tahun. (prf/krs)