Senin, 17 Jun 2019 21:25 WIB

Huawei Mau Pangkas Produksi, Terancam Kehilangan Rp 458 Triliun

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: David Becker/Getty Images Foto: David Becker/Getty Images
Jakarta -
Huawei mengumumkan bahwa pihaknya akan menurunkan proyeksi pendapatan mereka untuk 2019 ini. Hal tersebut tak terlepas dari himpitan Amerika Serikat yang membatasi kegiatan ekspor perusahaan-perusahaan asal Negeri Paman Sam ke vendor asal China tersebut.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh pendiri sekaligus CEO Huawei Ren Zhengfei. Ia menyampaikannya dalam sebuah pertemuan di Shenzhen, China.




"Dalam dua tahun, kami akan mengurangi produksi. Berdasarkan estimasi kami akan mengurangi produksi sebesar USD 30 miliar," ujarnya.
"Kalender tahun ini dan tahun depan, pendapatan kami akan berada di kisaran USD 100 miliar," ucapnya menambahkan, sebagaimana detikINET kutip dari Financial Times, Senin (17/6/2019).




Huawei sendiri sempat memperkirakan bahwa pendapatan mereka dapat tumbuh dari USD 104,2 miliar pada 2018 menjadi USD 120 dalam dua tahun. Dengan munculnya estimasi baru ini, maka pemasukan mereka kurang lebih akan sama seperti tahun lalu hingga 2020 mendatang.

Itu berarti, secara keseluruhan, Huawei terancam kehilangan sekitar USD 32 miliar dari proyeksi pendapatan mereka pada 2019 dan 2020. Angka tersebut kurang lebih setara dengan Rp 458 triliun.




Sebelumnya, Broadcom juga melakukan hal serupa dengan memangkas proyeksi pendapatan mereka untuk tahun fiskal 2019 mereka. Kini, perusahaan semikonduktor itu memprediksi akan mendapat USD 22,5 miliar, turun sekitar USD 2 miliar dari target sebelumnya yakni USD 24,31 miliar.
CEO Broadcom Hock Tan mengatakan bahwa penurunan estimasi pendapatan itu tak terlepas dari perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. Menurutnya, hal ini dapat berimbas dengan menurunnya permintaan pesanan dari para produsen gadget secara global.


(mon/krs)