Minggu, 05 Mei 2019 16:51 WIB

Jadi Perusahaan USD 1 Triliun, CEO Microsoft Malah Cemas

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi Microsoft. (Foto: Drew Angerer/Getty Images) Ilustrasi Microsoft. (Foto: Drew Angerer/Getty Images)
Jakarta - Microsoft comeback!. Setelah dulu hanya mengandalkan Windows dan ketinggalan di jagat smartphone, mesin cari sampai media sosial, fokus pada bisnis cloud berbuah manis.

CEO Satya Nadella berhasil menakhodai Microsoft hingga menyentuh valuasi USD 1 triliun. Prestasi sangat langka yang sebelumnya hanya dapat diraih Apple dan Amazon.

Akan tetapi bos kelahiran India itu tidak mau merayakannya. Bahkan Nadella malah terdengar cemas karenanya. Kenapa?


"Di Microsoft, kami punya kebiasaan sangat buruk dengan ketidakmampuan memacu diri kami sendiri," kata dia yang dikutip detikINET dari Bloomberg.

"Kami hanya merasa sangat puas dengan kesuksesan yang pernah kami miliki. Kami sedang belajar bagaimana agar tidak melihat ke masa lampau," paparnya.

Microsoft memang pernah terpaku hanya pada kesuksesan Windows yang dulu begitu dominan di jagat PC sehingga kurang sigap dengan perkembangan zaman. Tapi era tersebut sudah berlalu.


Meski sudah bisa dikatakan sukses membalikkan keadaan dengan keberhasilan besar Azure, layanan cloud Microsoft, Nadella minta para karyawan jangan sampai merasa terlalu nyaman.

Dia bahkan menganggap pencapaian valuasi monumental itu adalah penghambat potensial buat motivasi pegawai. Jika karyawan merayakannya, menurut Nadella malah bisa jadi akhir segalanya. (fyk/rns)