Nokia Indonesia Paling Banyak Jual Ponsel Low-End
- detikInet
Jakarta -
Di Indonesia, penjualan ponsel Nokia lebih banyak berupa ponsel berharga murah dengan fitur standar, alias ponsel low-end. Selain itu, ponsel yang paling banyak terjual adalah ponsel GSM single band."Kebanyakan konsumen kami lebih memilih membeli ponsel-ponsel dengan harga murah (low-end), karena konsumen kami lebih banyak dari kalangan menengah ke bawah," kata Hasan Aula, General Manager Nokia Indonesia, saat dihubungi detikinet, Jumat (23/9/2005).Hasan menolak merinci persentase penjualan ponsel low-end dibanding ponsel mid-end atau high-end. "Yang jelas, mayoritas ponsel yang terjual adalah yang low-end," paparnya.Meski banyak ponsel yang menawarkan kompatibilitas triple-band, menurut Hasan, konsumen Nokia lebih memilih ponsel dengan single band. Ketika ditanyai soal target penjualan, Hasan menolak membeberkannya. Dia hanya mengatakan bahwa penjualan Nokia di Indonesia masih stabil di tengah gonjang-ganjing nilai tukar rupiah terhadap dolar. Meski ada di posisi teratas di pasar ponsel, Hasan mengaku target yang ditetapkan belum terpenuhi.Nokia Sales and Care CenterSementara itu, dengan bekerja sama dengan PT Trikomsel Multimedia, Nokia kembali meresmikan gerai Nokia Sales and Care Center (NSCC) yang bertempat di Pondok Indah Mall. Sebelumnya, NSCC yang pertama dibuka di Kelapa Gading.NSCC merupakan evolusi dari Nokia Priority Center (NPC), "Dalam menghadapi persaingan, Nokia tidak cukup hanya dengan melayani penjualan dan perawatan, kami mencoba memberi info produk baru dengan menawarkan demo produk, training, segmentasi produk dan layanan purna jual," Hasan Aula memberi keterangan kepada pers.NSCC yang baru dibuka ini, memberikan fasilitas training bebas biaya selama satu minggu untuk membiasakan pemilik menggunakan fitur-fitur ponsel mereka. Nokia menargetkan akan memiliki 60 gerai hingga akhir tahun, baik NSCC atau NPC, dari saat ini berjumlah 55 gerai di seluruh Indonesia.
(ketepi/)