Jumat, 28 Des 2018 17:24 WIB

Sirclo, Perusahaan di Balik Transaksi Ritel Online Rp 500 Miliar

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Dok. Sirclo Foto: Dok. Sirclo
Jakarta - Sirclo, perusahaan penyedia solusi ecommerce mencatatkan total transaksi ritel online sebesar Rp 500 miliar selama 2018.

Transaksi tersebut berasal dari 1000 pengguna berbayar Sirclo, tersebar di 30 perusahaan yang mewakili 100 brand besar, yang transaksi ritel onlinenya difasilitasi oleh Sirclo. Brand tersebut antara lain adalah This Is April yang memiliki lebih dari 40 toko fisik dan ATS The Label yang kerap berpartisipasi dalam ajang pagelaran busana seperti Jakarta Fashion Week (JFW).

Lalu ada juga label busana lokal ternama seperti Wearing Klamby dan Ittaherl yang berjualan dengan metode webhunt, yang juga telah masuk dalam portofolio Sirclo. Dan juga sejumlah brand nasional dan internasional seperti KAO, Kelloggs, Quaker Oats, hingga Reckitt Benckiser.

"Dengan penyediaan solusi hulu ke hilir, mulai dari pembuatan website toko hingga pengelolaan operasional penjualan dari brand di satu platform, kami ingin SIRCLO bisa menjadi one-stop solution yang praktis dan terjangkau bagi semua klien," kata Ratri E. Rahayu, Marketing Manager SIRCLO dalam keterangan pers yang diterima detikINET.

Di tahun 2019, Ratri optimis bahwa tren penjualan ritel online akan terus bertumbuh dan semakin banyak pelaku usaha yang akan terjun di dalamnya, baik dari kalangan pemula maupun profesional.

"Di tahun 2019 ini, kami berkomitmen untuk menjadi agen perubahan dalam mengiringi proses transformasi dan perkembangan e-commerce di Indonesia; salah satunya dengan meningkatkan inisiatif dari program bimbingan klien dari skala kecil menengah, hingga menengah ke atas," tambahnya.

Sirclo sendiri lahir pada 2013 sebagai perusahaan penyedia solusi ecommerce. Pada 2016 mereka merambah bisnis pengelolaan brand dengan Sirclo Commerce. Layanan ini merupakan channel management solution (CMS) yang membantu brand untuk berjualan di berbagai kanal marketplace, namun pengelolaannya tetap tersinkronisasi menggunakan platform teknologi Sirclo.

"Waktu itu, banyak teman-teman pelaku usaha yang ingin mulai beralih dan berjualan online, namun tidak memiliki tenaga dan biaya untuk merekrut agensi digital. Lalu saya pikir, saya bisa memulai platform e-commerce di Indonesia untuk membantu pelaku usaha membuka toko online mereka sendiri, dengan lebih mudah dan tidak mahal. Dari situ, lahirlah SIRCLO Store yang khusus membuat dan menjalankan website toko online klien," ungkap Brian Marshal, CEO dan founder SIRCLO.

Brian mengaku bahwa tuntutan tren penjualan online mengakibatkan banyak brand yang meminta bantuan layanan secara lebih menyeluruh. "Tidak hanya pengelolaan toko online dan marketplace, SIRCLO Commerce kini turut menangani operasional penjualan dari brand, mulai dari manajemen gudang hingga pengemasan dan pengiriman barang," tutupnya. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed