Software Manajemen Akses Tumbuh US$4 Miliar
- detikInet
Jakarta -
Pasar untuk produk Identity and Access Management (IAM) akan tumbuh sebesar US$4 miliar di tahun 2009. Computer Associates International, Inc. (CA) menguasai 20 persen pangsa pasar IAM. Hal itu terungkap dalam hasil riset IDC. Lembaga riset tersebut memperkirakan, pasar untuk produk Identity and Access Management (IAM) akan tumbuh sebesar US$4 miliar di tahun 2009. Pertumbuhan ini didorong oleh beberapa faktor antara lain adalah kepentingan perusahaan untuk dapat memenuhi peraturan seperti Sarbanes Oxley dan Health Insurance Portability and Accountability Act (HIPAA). Faktor pendorong lainnya adalah meningkatnya kepedulian akan pencurian identitas, serta makin matangnya teknologi biometrik.IDC juga menyatakan, pasar IAM akan memainkan peranan yang makin penting, karena IAM menjawab kebutuhan perusahaan akan manajemen akses yang menuju ke berbagai sumber daya mulai dari aplikasi bisnis dan akses internet hingga sistim telepon dan fasilitas fisik lainnya.Menurut IDC, komponen paling penting dari IAM antara lain adalah Web single sign-on (SSO), host SSO, user provisioning, advanced authentication, legacy authorization, dan directory services. Hal tersebut terungkap dalam siaran pers yang diterima detikinet, Selasa (6/9/2005). Dalam keterangan tersebut juga, CA mengumumkan bahwa IDC menobatkan pihaknya sebagai vendor terbaik dalam pasar IAM untuk lima tahun berturut-turut. Menurut CA, dalam laporan IDC yang bertajuk "Worldwide Identity and Access Management 2005-2009 Forecast and Analysis", solusi eTrust security management milik CA menguasai 20 persen pangsa pasar IAM, dengan pendapatan lebih dari US$450 juta. "IAM suite yang terintegrasi dari CA memungkinkan pelanggan untuk menerapkan dan menangani implementasi keamanan mereka secara terpusat," ujar Bill Bartow, senior vice president of eTrust Identity and Access Management di CA. "Ini berguna untuk mengurangi kempleksitas dan biaya yang dibutuhkan untuk menerapkan IAM di seluruh perusahaan," imbuhnya.Bartow mengungkap, agar dapat menyediakan dan mengontrol akses menuju sumber daya yang terus berkembang, perusahaan saat ini harus dapat mengkonsolidasikan dan menyederhanakan proses manajemen identitas dan akses secara penuh.
(ketepi/)