Perusahaan Ini Kembangkan AI untuk Rekrut Karyawan

Perusahaan Ini Kembangkan AI untuk Rekrut Karyawan

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 16 Nov 2018 17:29 WIB
Foto: Dok. Talent Search
Jakarta - Talent Search Recruitment sedang membangun kecerdasan buatan (AI) ke dalam sistemnya, yang dapat meningkatkan efisiensi dan memudahkan rekruter untuk menemukan kandidat sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap perusahaan.

Talent Search adalah penyedia pelayanan konsultasi human resource dan rekrutmen karyawan, yang digagas oleh Nitesh Chellaram, dan ibunya, Rachna Chellaram.

Sistem kecerdasan buatan ini dapat menyaring kandidat sesuai dengan kriteria perekrut, dengan mengandalkan kecerdasan buatan yang mirip dengan cara kerja intelejensi manusia, seperti intuisi dan pengetahuan tentang tingkat kecocokan seorang kandidat dalam sebuah perusahaan.

Pendiri Talent Search Nitesh Chellaram, dalam keterangan pers yang diterima detikINET menyebutkan percaya bahwa sistem AI yang sedang dikembangkan dapat meningkatkan personal touch dan pendekatan komprehensif yang ditawarkan Talent Search untuk para kliennya.

Saat ini, Talent Search telah mendapatkan suntikan pendanaan baru dari investor untuk mengembangkan teknologi yang dapat mendorong Talent Search menjadi perusahaan perekrutan berbasis AI (Artificial Intelligence). Menurut Nitesh, fitur AI ini akan memperpendek proses perekrutan yang memakan waktu berbulan-bulan menjadi menjadi hanya beberapa menit.

"Kami selalu memberikan upaya terbaik untuk bertemu dengan setiap kandidat, baik secara langsung maupun lewat interview video, untuk memastikan bahwa kualifikasi dan kepribadian mereka cocok dengan perusahaan perekrut. Jika dirasa cocok, maka kami akan mengirimkan profil dan resume kepada klien," kata Nitesh.

Dari semua resume yang dikirim, biasanya sekitar 88% tidak memenuhi syarat. Ini membuat proses penyaringan dan pemilihan kandidat bisa memakan waktu hingga rata-rata 23 jam untuk setiap perekrutan yang sukses.

Berdasarkan hasil riset, kehadiran AI pada software rekrutmen dapat mengurangi biaya per rekrutmen hingga 75% dan menurunkan turnover karyawan sebanyak 35%. Sistem kecerdasan buatan juga akan sangat membantu untuk mengurangi waktu antara proses penyaringan dan pemilihan kandidat, sehingga perusahaan bisa dengan segera mengajukan penawaran pekerjaan pada kandidat yang diinginkan.

Talent Search sedang dalam misi untuk menjadi pemain penting dalam industri rekrutmen Indonesia, yang hingga saat ini masih dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan asing dengan modal besar selama puluhan tahun.

"Kami ingin menjadi perusahaan rekrutmen pertama di Indonesia yang tidak hanya sukses secara domestik, tapi juga di luar negeri. Di saat yang sama, kami ingin berperan dalam mengembangkan ekonomi Indonesia dan menjadi pemimpin dalam industri rekrutmen SDM, untuk menghubungkan tenaga kerja dengan perusahaan-perusahaan yang tersebar di seluruh Tanah Air."

Salah satu cara Talent Search untuk mewujudkan hal ini adalah dengan memperluas jangkauan perekrutan. Saat ini, Talent Search sedang berupaya untuk mendatangkan karyawan profesional asing yang bisa memberikan pelatihan pada SDM lokal dan berperan sebagai mentor di tempat kerja.

Nitesh berharap cara ini dapat mengatasi permasalahan 'brain drain' di Indonesia (brain drain merupakan fenomena dimana pelajar yang bersekolah di luar negeri melanjutkan kerja di luar setelah lulus).

"Permasalahan yang ada saat ini adalah tenaga kerja dengan pendidikan tinggi akhirnya pergi ke negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Australia, AS, dan Inggris. Mereka bekerja di sana dan sangat sedikit yang kembali ke Indonesia. Ini berarti perusahaan-perusahaan lokal memiliki pilihan tenaga kerja yang terbatas," ungkap Nitesh. (asj/asj)