Outsource TI Diharap Bantu Percepatan Bank Syariah
- detikInet
Jakarta -
Bagi bank syariah, terutama yang relatif masih kecil dan tumbuh, investasi di bidang teknologi informasi (TI) bisa jadi hal yang terlampau mahal. Pilihan outsourcing TI diharapkan jadi solusi yang akan membantu percepatan bank tersebut. Kenapa harus investasi kalau bisa sewa?Setidaknya itu pesan yang ingin disampaikan oleh PT Sigma Cipta Caraka. Sigma sebagai penyedia jasa outsourcing TI diharap dapat membantu percepatan Bank Riau Syariah yang masih tumbuh. "Untuk membangun TI sendiri, sangat berat biayanya. Itu sebabnya kami gunakan outsource TI untuk Bank Syariah kami," ujar Dirut Bank Riau, Zulkifli Thalib, kepada wartawan dalam acara penandatanganan MoU Sigma- Bank Riau di Hotel InterContinental, Jakarta, Jumat (26/8/2005). Pemilihan konsep outsourcing itu, ujar Zulkifli, lebih menyangkut pertimbangan efisiensi biaya. Di sisi lain, pemanfaatan TI dinilai bisa membantu bank yang bersangkutan untuk tumbuh. "Hal itu juga diharapkan bisa membantu percepatan TI Bank daerah agar bisa bersaing dengan bank-bank di pusat (Jakarta-red)," ujar Djarot Subiantoro, Presiden Direktur PT Sigma Cipta Caraka. PT Sigma Cipta Caraka sebagai perusahaan penyedia layanan TI mendapatkan kontrak kerjasama outsource TI Bank Riau Syariah selama lima tahun terhitung mulai Juni 2005. Kemudahan yang didapat oleh Bank Riau, seperti dikatakan Zulkifli, adalah mereka tidak perlu mengeluarkan investasi TI yang besar karena sudah disediakan oleh Sigma. Jadi, mereka hanya perlu membayar sewa penggunaan per bulan saja. "Itu bagian dari sharing kompetensi antara kami. Kami di IT dan Bank Riau fokus di perbankannya. Jadi masing-masing sesuai kompetensinya," ujar Djarot. Tren outsource TI, lanjut Djarot, adalah menjadi bagian dari konvergensi TI. "Teknologi itu berubahnya cepat sekali. Kalau bank-bank, khususnya bank kecil, mesti ngikutin tren TI seperti itu bakal kewalahan juga," ujarnya berpromosi. Direktur Unit Usaha Syariah Sigma, Abi S. Panambang, mengatakan dengan outsourcing aplikasi perbankan jadi lebih tersentralisasi. Outsourcing, lanjutnya, layaknya operator yang mengatur segala kepentingan TI untuk perbankan. Sigma, menurut Abi, melihat tren bisnis di syariah sangat bagus untuk lima tahun ke depan. "Apalagi teknologi TI untuk syariah masih sangat langka," ia menambahkan. Di sisi lain, menurut Abi, banyak nasabah bank konvensional yang mulai beralih ke sistim perbankan syariah. Padahal mereka tetap menginginkan layanan dengan kualitas layaknya bank konvensional. Abi mengklaim dari 31 klien bank yang dimiliki Sigma, 18 adalah klien outsourcing. Bank Riau Syariah merupakan klien ketujuh yang menggunakan produk Sigma Shariah.
(wicak/)