Kamis, 08 Nov 2018 21:40 WIB

'IPO dan Status Unicorn Bukan Segalanya bagi Startup'

Virgina Maulita Putri - detikInet
Ilustrasi IPO (Foto: Craig Barritt/Getty Images for Citizens Financial Group, Inc) Ilustrasi IPO (Foto: Craig Barritt/Getty Images for Citizens Financial Group, Inc)
Jakarta - Pemerintah sedang gencar mendorong startup untuk melantai di bursa saham dan melakukan initial public offering (IPO). Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menyatakan bahwa IPO bukanlah tujuan akhir yang harus dicapai startup.

"Respons idEA terhadap program pemerintah untuk mendorong startup IPO kita support-support saja," kata pria yang kerap disapa Untung itu usai konferensi pers idEA Works di bilangan Senopati, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

"Walaupun kita coba balance dengan mengomunikasikan kepada pelaku bahwa IPO itu bukanlah segalanya. Sama juga dengan unicorn, itu bukan segalanya," sambungnya.




Ia menambahkan bahwa setelah melakukan IPO pun startup masih memiliki tantangan untuk tetap menjaga performanya agar tidak turun.

"IPO itu sebenarnya satu opsi tapi jangan lupa perusahaan IPO pun bisa tutup. Kan bisa delisting dari pasar kalau drop atau kenaikannya terlalu jauh," jelas Untung.




Pun demikian, imbuhnya, dengan melakukan IPO maka startup tidak perlu khawatir lagi untuk memikirkan akan mendapat pendanaan dari mana. Sehingga startup tak perlu memikirkan proses pitching yang lebih memakan waktu dan tenaga.

"Karena dengan IPO aliran dana yang masuk lebih stabil, lebih ada 'jaminan' akan dapat funding lagi ketimbang dia stop kemudian harus pitching lagi idea untuk cari funding selanjutnya. Itu kan butuh proses lebih ribet dibanding IPO," tuturnya.


(krs/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed