DDR2 Makin Banyak Dipakai dan Siap Mendominasi
- detikInet
Jakarta -
Samsung Electronics mengatakan bahwa penjualan global untuk chip memori jenis DDR2 (double data rate, generasi kedua) meningkat. Chip ini juga mulai menjadi produk mayoritas perusahaan asal Korea ini.Chip DDR2 dipastikan akan menjadi chip yang penggunaannya mendominasi, menggantikan chip memory PC yang populer tahun lalu. Saat ini chip DDR memiliki kecepatan 400 MHz, atau disebut DDR-400, telah menjadi chip yang paling banyak dipakai di PC.Meski diperkirakan akan mendominasi, minat industri terhadap pasar Flash memory diperkirakan akan mempengaruhi popularitas DDR2.Chip NAND Flash memory jadi populer tahun ini, seiring dengan makin populernya berbagai perangkat digital seperti pemutar musik MP3 dan kamera digital."DDR2 belum akan populer di kuartal kedua ini," kata Min-Liang Chen, pimpinan ProMOS Technologies, pembuat chip memory asal Taiwan, seperti dikutip detikinet Jumat (12/8/2005) dari PCWorld.Mobilitas Dorong Popularitas DDR2Makin tingginya minat konsumen terhadap komputer notebook tahun ini, membuat industri beralih ke chip DDR2 walaupun harganya lebih mahal. Meski DDR2 versi awal hanya sedikit lebih cepat dibanding DDR-400, chip DDR2 lebih hemat energi. Ini menjadi faktor penting bagi para pengguna laptop. Sebagai pembuat chip memory terbesar di dunia, Samsung dianggap bisa membujuk pasar untuk beralih ke chip DDR2. Perusahaan mengatakan, baru kali ini produksi chip DDR2-nya mengalahkan DDR. Ini terjadi pada bulan Juli, di mana 40 persen dari seluruh chip DRAM yang diproduksinya adalah DDR2, dan produksi chip DDR mencapai 30 persen.Perusahaan juga meproduksi chip DDR2 berkapasitas 256 megabit, 512 megabit, dan 1 gigabit versi chip DDR2 yang berjalan di 533 Mhz. Selain itu ada juga yang berkapasitas 256 megabit dan 512 megabit, dan yang terbarunya berkecepatan 667 Mhz.Penjualan DDR2 diproyeksikan tumbuh US$ 6,5 miliar (Rp 63,6 triliun) tahun ini dari US$ 1,5 milyar (Rp 14,6 triliun) tahun lalu. Hal itu disampaikan De Dios & Associates, perusahaan periset pasar chip memory. Sementara pada tahun 2006, penjualan global diperkirakan mencapai US$ 18 miliar (Rp 176,6triliun).
(ketepi/)