Rabu, 12 Sep 2018 17:28 WIB

Laporan dari Hanoi

Dua Bulan, Go-Viet Kuasai 35% Pasar Ojol Ho Chi Minh

Adi Fida Rahman - detikInet
CEO Go-Jek Nadiem Makarim. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman CEO Go-Jek Nadiem Makarim. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
FOKUS BERITA Go-Jek Jadi Go-Viet
Jakarta - Kehadiran Go-Viet rupanya mulai mendapat tempat di hati masyarakat Vietnam. Baru dua bulan mengaspal, perusahaan kolaborasi dengan Go-Jek itu sudah menguasai 35% pasar ojek online (ojol) Ho Chi Minh.

Demikian diungkap CEO Go-Jek Nadiem Makarim saat acara grand launching Go-Viet di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9/2018). Dia pun sempat mengungkap rasa gembiranya atas jumlah unduhan aplikasi Go-Viet.

"Kami sangat senang Go-Viet sudah didownload 1,5 juta kali hanya 6 minggu setelah soft launching. Saat ini Go-Viet punya pangsa pasar 35% di Ho Chi Minh setelah dua bulan peluncuran," ujarnya.


Sukses di Ho Chi Minh membuat Go-Viet percaya diri melebarkan sayapnya ke Hanoi. Meski di kota ini sudah ada pesaing beratnya, yakni Grab, mereka tidak gentar. Malah Go-Viet yakin akan mendapatkan tempat di kota ini.

Strategi yang disiapkan meliputi menghadirkan layanan yang lengkap dan melekat dengan pengguna. Seperti diketahui Go-Jek di Indonesia tidak hanya menghadirkan layanan ojol, tapi juga lainnya, mulai jasa antar makanan hingga pembayaran digital.

Aneka promosi pun akan dilakukan guna menarik minat pengguna. Terakhir Go-Viet menjanjikan layanan yang manusiawi bagi mitra driver.

"Kami memperlakukan mitra driver dengan cara yang manusiawi dan jujur. Itu yang menjadi kunci perbedaan kami," tegas Nadiem.


Go-Viet Resmi Diluncurkan, Jokowi Jadi Saksi, tonton videonya di sini:

[Gambas:Video 20detik]

(asj/asj)
FOKUS BERITA Go-Jek Jadi Go-Viet

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed