Sabtu, 08 Sep 2018 15:23 WIB

Uni Eropa Restui Apple Pinang Shazam

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Digital Trends Foto: Digital Trends
Jakarta - Setelah melakukan investigasi sejak April 2018, Uni Eropa akhirnya mengizinkan Apple menyelesaikan pembelian aplikasi pengenal musik, Shazam.

Investigasi tersebut dilakukan karena kekhawatiran akan perusahaan teknologi Amerika Serikat yang rawan melakukan monopoli di pasar.

Sebelumnya, komisi kompetisi Uni Eropa mendenda Google USD 5 miliar karena bisnis Android-nya dianggap melanggar aturan anti-monopoli.



"Data itu penting dalam ekonomi digital. Karenanya, kami harus meninjau transaksi yang mengarah pada akuisisi kumpulan data yang penting, termasuk yang berpotensi sensitif secara komersial," Competition Commisioner Uni Eropa, Margrethe Vestager dalam keterangan resminya, seperti dikutip detikINET dari CNBC, Sabtu (8/9/2018).

Margrethe menyebutkan, hal itu dilakukan pihaknya guna memastikan Apple tidak membatasi persaingan di industri musik digital.

"Setelah sepenuhnya menganalisis data pengguna dan musik Shazam, kami menemukan bahwa akuisisi mereka oleh Apple tidak akan mengurangi kompetisi di pasr streaming musik digital," lanjutnya.

Shazam merupakan aplikasi yang dapat mengidentifikasi musik hanya dengan sampel audio pendek. Fitur ini sudah digunakan oleh Apple di layanan asisten virtualnya, Siri dan akan digunakan di layanan streaming musik Apple Music.



Dengan dibelinya Shazam oleh Apple, akan semakin membantu Apple bersaing dengan kompetitor streaming musik utamanya, Spotify. Apple sendiri pertama kali mengumumkan akuisisi pada Desember 2017, dan membeli Shazam dengan harga USD 400 juta (Rp 5,9 triliun). (rns/rns)