Kamis, 06 Sep 2018 15:58 WIB

Misteri Siapa Penguasa Ojek Online di Indonesia

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Go-Jek dan Grab, dua pemain besar di sektor ride hailing dalam negeri. Foto: detikINET Go-Jek dan Grab, dua pemain besar di sektor ride hailing dalam negeri. Foto: detikINET
Jakarta - Belum lama ini, Grab mengklaim bahwa pihaknya telah menguasai 65% dari market share ride hailing di Tanah Air. Hal itu disebutkan oleh Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata akhir Agustus lalu.

Itu berarti, mereka telah mengalahkan Go-Jek sebagai tuan rumah di Indonesia. Lantas, apa pendapat startup yang sudah berstatus unicorn tersebut?


"Sekarang, bisa dilihat Go-Jek itu layanannya bukan hanya ride hailing saja ya. Kita punya layanan (pesan antar) makanan yang jadi terbesar kedua di Asia kecuali China," ujar Nila Marita, Chief of Corporate Affairs Go-Jek Indonesia, ketika ditemui di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

"Saat ini di ekosistem Go-Jek ada 18 layanan, jadi tidak hanya lagi berada di layanan transportasi. Sekarang kita juga ada Go-Food, kita ada Go-Life," katanya menambahkan.

Terkait soal angka market share Go-Jek di layanan berbagi tumpangan, Nila mengaku dirinya tidak memegang datanya. Ia pun tidak mengetahui kapan startup besutan Nadiem Makarim tersebut akan membeberkannya.


Walau begitu, data dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memperlihatkan Go-Jek justru lebih unggul dibanding pesaingnya asal Singapura tersebut. Pangsa pasarnya di industri transportasi berbasis teknologi dalam negeri mencapai hampir 80% atau tepatnya 79,20%.

Angka itu sendiri disimpulkan sejak April 2018 lalu. Sedangkan Grab hanya kebagian market share sebesar 20,8% berdasarkan data tersebut. (mon/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed