Pasar SLI Indosat Turun Jadi 50 Persen
- detikInet
Jakarta -
Tahun 2004 lalu, pangsa pasar Sambungan Langsung Internasional (SLI) Indosat mencapai 70 persen. Namun tahun ini, pangsa pasar hanya mencapai 50 persen. Hal itu dikemukakan Hasnul Suhaimy, Direktur Utama PT Indosat Tbk., di sela-sela acara 'Annual Report Award' di Departemen Keuangan, Rabu (10/8/2005). "Untuk kondisi sekarang, dengan pangsa pasar 50 persen itu sudah cukup positif. Walaupun turun, tapi nilai pendapatannya terus naik dan tidak mengalami penurunan, lanjut Hasnul Suhaimy.Menurutnya, kondisi pasar SLI saat ini sangat normal. Penurunan pangsa pasar, lanjut Hasnul, lebih disebabkan karena adanya pemain baru. "Namun itu (kompetitor-red) sangat positif untuk pelanggan. Penurunan pangsa pasar SLI juga karena banyak pelanggan yang beralih ke VoIP (Voice over Internet Protocol-red)," ia menambahkan. Di sektor lain, Average Revenue per Unit (ARPU/rata-rata pendapatan per pulsa per bulan) seluler Indosat menurutnya akan turun 10-15 persen. Kondisi yang sama juga diperkirakannya masih akan terjadi tahun depan. "Penurunan tersebut karena industri seluler sudah sangat kompetitif," ujarnya.Untuk tahun 2005 Hasnul juga menjelaskan Indosat akan membangun 1500 BTS, di mana 500 BTS telah dikerjakan pada semester pertama. Sisanya, 1000 BTS akan dikerjakan semester 2. Tahun lalu Indosat hanya membangun 1000 BTS. Dana untuk pembuatan BTS berasal dari Capital Expenditure (Capex) Indosat yang tahun ini dianggarkan US$ 900 juta. Tahun 2006, Capex Indosat diperkirakan menurun jadi US$ 670 juta. Penurunan Capex tahun depan karena pada tahun 2005 ini Indosat lebih banyak melakukan penambahan coverage, sedangkan tahun 2006 tinggal melakukan penambahan kapasitas. Indosat menargetkan pertumbuhan pelanggan tahun 2006 sebesar 3-4 juta nasabah atau sama dengan pertumbuhan tahun ini.
(wicak/)