Sabtu, 18 Agu 2018 10:25 WIB

Nadiem Buka-bukaan Soal Untung Go-Jek

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Nadiem Makarim. Foto: Bagus Prihantoro Nugroho Nadiem Makarim. Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
Jakarta - Setelah sukses menyandang status sebagai startup unicorn (bernilai USD 1 miliar) pertama di Indonesia, kini Go-Jek bersiap untuk membukukan catatan emas lainnya. Perusahaan rintisan yang berkantor di kawasan Blok M tersebut diproyeksikan semakin dekat dalam menapaki jalan untuk menuju untung.

Adalah Nadiem Makarim, CEO sekaligus founder Go-Jek, yang mengatakannya langsung. Ia mengklaim bahwa startup yang didirikannya itu sudah sangat dekat untuk meraup untung di berbagai sektor. Hanya transportasi yang disebutnya belum masuk hitungan tersebut.


"Kami tengah melihat daya tarik yang besar untuk seluruh unit bisnis kami dan kami sudah dekat untuk bisa meraup untung, tapi itu di luar transportasi," ujarnya.

Sektor transportasi sendiri dianggap oleh Nadiem bukan sebagai bisnis utama dari Go-Jek. Adalah layanan pesan antar makanan, atau mungkin lebih dikenal sebagai Go-Food, yang dilihatnya sebagai bisnis utama dari perusahaan rintisannya itu.

Pria lulusan University of Harvard menambahkan, startup yang didirikannya itu diprediksi dapat meraup untuk secara keseluruhan dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, kiprah Go-Jek, yang berubah nama menjadi Go-Viet, di Vietnam pun turut diumbar olehnya.


"Sejak diluncurkan pada 1 Agustus, aplikasi (Go-Jek) sudah mendapatkan 15% dari market share di Ho Chi Minh," katanya, sebagaimana detikINET kutip dari Reuters, Minggu (18/8/2018).

Sedangkan untuk di dalam negeri sendiri, Go-Jek sudah memiliki 20 hingga 25 juta pengguna aktif bulanan. Di dalamnya, mereka telah melayani lebih dari 100 juta transaksi untuk usernya itu. (mon/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed