Kreator tersebut akan dibayar jika mereka setuju untuk menggunakan fitur baru YouTube seperti fitur donasi dan keanggotaan berlangganan.
Seperti dilansir detikINET dari The Verge, Selasa (14/8/2018), YouTube sendiri memperkenalkan fitur seperti Super Chat dan keanggotaan berlangganan pada bulan Januari 2018, namun fitur ini tidak populer di kalangan kreator.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fitur ini dianggap tidak populer karena 30% dari donasi masuk ke kantong YouTube. Kreator sendiri lebih memilih untuk memonetisasi konten mereka melalui iklan dan sponsored content.
YouTube juga membayar kreator untuk mempromosikan layanan berlangganan yang disebut Sponsorships. Kedua layanan ini mirip dengan layanan monetisasi yang sudah diterapkan lebih dulu oleh kompetitor YouTube, Twitch.
Konten yang dibuat oleh kreator yang terlibat dengan perjanjian ini tidak akan menjadi eksklusif untuk YouTube. Tetapi kreator diharuskan untuk mengunggah kontennya di YouTube terlebih dahulu sebelum diunggah di platform lain.
YouTube sendiri berharap dengan memberi insentif ini kepada kreator mereka akan bertahan lebih lama di platform-nya dan tetap dapat menjaga aliran pendapatan untuk YouTube.
Tonton juga 'Persaingan YouTube Tandingi IGTV':
(jsn/jsn)