Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Motorola dan Samsung Ingin Jadi Runner-Up

Motorola dan Samsung Ingin Jadi Runner-Up


- detikInet

Jakarta - Posisi pertama agaknya bukan lagi posisi yang menggiurkan bagi produsen ponsel di Indonesia. Buktinya produsen ponsel Samsung dan Motorola sama-sama bertekad mengejar posisi kedua. Saat ini keduanya mengklaim ada di posisi ketiga. Lho kok?Yanty Agus, Marketing Manager Mobile Devices South Asia Motorola, mengatakan tahun ini Motorola berada di posisi ketiga. Tahun depan, tentunya berdasarkan hasil tahun ini, Motorola mengincar posisi kedua. Demikian ujarnya saat dijumpai dalam ajang Indonesia Celullar Show 2005, Jakarta Convention Center, Rabu (20/7/2005).Hal sama dikemukakan oleh Samsung. R. Andi K. Utomo, GM Samsung Indonesia, mengaku optimis bisa menggusur posisi Sony Ericsson untuk meraih 'singgasana' kedua pada akhir tahun. Andi mengungkapkan hal itu di sela peluncuran ponsel terbaru Samsung di Hotel Hilton, Jakarta, Rabu (20/7/2005).Andi juga mengklaim saat ini Samsung berada pada posisi ketiga. Samsung, tutur Andi, menguasai 18 persen pasar ponsel di Indonesia. Adu StrategiDemi target 'satu di bawah puncak' it, Motorola berjanji akan merilis produk-produk terbaik mereka tahun ini. Menurut Yanty, Motorola akan segera merilis ponsel 3G (V3G), ponsel mid-end V280, serta ponsel high-end (V3, V8, dan V6). Motorola juga ingin memperbaiki distribusinya di Indonesia. Yanty berharap distribusi bisa mencapai tingkat kecamatan. Selain jaringan distribusi, Motorola juga ingin memperbaiki jaringan servis. "Selama ini ada 70 (service center-red) di sembilan kota besar, di Jawa lebih dari 50 dan sisanya di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi," tutur Yanty. Bagaimana dengan Samsung? Strategi raksasa produsen ponsel asal Korea itu tidak jauh berbeda. Samsung juga bertekad untuk memperbaiki distribusinya. Caranya dengan berbuah dari Single Distributor ke Multi Distributor. "Dengan multi-distributor, akan memperluas coverage pasar penjualan," tukas Andi. Dari sisi produk, Samsung mengakui akan kemungkinan penurunan daya beli ponsel. "Faktor melemahnya kurs rupiah terhadap dollar akan menjadi salah satu penyebab penurunan daya beli ponsel," kata Andi. Meski begitu, Samsung masih tetap berkonsentrasi di pasar high-end. "Ada konsumen yang mau beli karena kualitas, bukan karena harga," ujarnya optimis. Siapa yang akan sukses menjadi runner-up dalam 'adu balap' ini? Kita lihat saja nanti. (wicak/)




Hide Ads