Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Google Buka Pusat Penelitan di Cina

Google Buka Pusat Penelitan di Cina


- detikInet

Jakarta - Raksasa mesin cari asal Amerika, Google, tergiur dengan moleknya pasar di Asia. Perusahaan lalu mendirikan pusat penelitian dan pengembangan di negara tersebut.Google mendirikan pusat riset di Cina untuk mendekatkan diri dengan pengguna komputer yang tumbuh pesat di Cina. Selain itu, pertumbuhan ekonomi dan kualitas para ilmuan dan insinyur di Cina, menjadi faktor pemikat lain bagi Google. AFP yang dikutip detikinet, Rabu (20/7/2005) melansir, pusat riset ini akan dikepalai oleh orang lokal. Google telah menunjuk Lee Kai-Fu, senior di industri teknologi, sebagai presiden Google di Cina, sekaligus mengepalai pusat riset tersebut. "Sudah menjadi cita-cita saya agar teknologi canggih dapat diakses oleh setiap lapisan pengguna, sekaligus menjadi bagian dari pertumbuhan dan inovasi teknologi di Cina," ujar Lee. Menurut Google, pusat riset tersebut didirikan sebagai komitmen yang kuat untuk mengolah potensi teknologi Cina, serta untuk membentuk aliansi dengan universitas dan institut setempat. Wakil presiden teknisi di Google, Alan Eustace, mengatakan bahwa dengan dibukanya pusat riset di Cina, akan memperkuat usaha Google dalam mengantarkan layanan pencarian terbaik bagi para pengguna dan mitra mereka di seluruh dunia. "Pusat Google di Cina akan memungkinkan mereka untuk mengembangkan produk dan teknologi yang inovatif bagi jutaan pengguna internet di Cina dan di seluruh dunia," kata Eustace.Lee bergabung dengan Google setelah sebelumnya bekerja di Microsoft, sebagai wakil presiden. Dia adalah seorang ilmuwan komputer yang juga pelopor di bidang teknologi pengenal ucapan dan kecerdasan buatan. Lee juga ikut andil dalam mendirikan pusat riset Microsoft di Cina pada akhir tahun 1990-an. Selain itu Lee juga pernah bekerja di Apple Computer."Dr. Lee adalah kandidat ideal dalam mengemban tugas untuk Google dan untuk Cina," ujar presiden Universitas Tsinghua, Gu Binglin.Google yang berbasis di Mountain View, Amerika Serikat, memiliki sejumlah kantor teknisi yang tersebar di Tokyo, Zurich, Bangalore, New York dan di di beberapa tempat lain.Google, Yahoo dan beberapa perusahaan Amerika Serikat lainnya menuai kritik dari kelompok pembela hak asasi manusia dan pembela kebebasan berbicara, karena menuruti kebijakan Beijing untuk menyensor isi internet.Organisasi Reporters Without Borders yang berbasis di Paris mengatakan, mereka menngkritik sikap Yahoo dan Google yang secara langsung dan tak langsung tunduk kepada tuntutan pemerintah Cina dalam hal sensor.Pemerintah Cina selama ini dikenal ketat memberlakukan internet. Informasi yang beredar di internet dijaga ketat, menghindari konten-konten yang bersifat pornografi, profokasi politik dan agama, serta informasi lain yang sejenis. (wicak/)






Hide Ads