Minggu, 10 Jun 2018 18:50 WIB

Ribuan Pekerja Amazon Ternyata Ilegal dan Dibayar Murah

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Amazon mengakui bahwa ribuan pekerjanya yang merakit speaker pintar Echo dan Kindle di China, dipekerjakan secara ilegal dan diupah dengan tidak layak.

Raksasa retailer online asal Amerika Serikat (AS) tersebut merilis pernyataan resmi yang menyesalkan soal ini, setelah lembaga pengawas tenaga kerja yang berbasis di AS mengungkapkan hasil penyelidikan mereka, yang menyatakan adanya kondisi kerja yang tidak etis di salah satu pabrik pemasok Amazon di Hengyang, China.

Dikutip detikINET dari The Guardian, Minggu (10/6/2018), para pekerja di China tidak mendapat tunjangan sakit, atau bayaran lebih saat mereka bekerja lembur. Mereka juga bisa diberhentikan kapan saja tanpa diberi upah selama masa tenang dalam produksi.



China, pada 2014 mengubah undang-undang ketenagakerjaan untuk membatasi jam kerja pegawai, serta menghentikan eksploitasi perusahaan terhadap karyawan demi memangkas ongkos biaya.

"Amazon menanggapi pelanggaran kode etik yang dilakukan para pemasok kami ini dengan serius. Dalam kasus pabrik Foxconn di Hengyang, Amazon sudah menyelesaikan audit terbarunya pada Maret 2018 dan mengidentifikasi adanya dua isu penting yang langsung akan kami tangani," ujar Amazon.



Investigasi ini juga mengungkapkan bahwa para pekerja di pabrik Hengyang dibayar jauh lebih kecil dibandingkan pekerja Foxconn di kota lain di China. Mereka digaji per bulan 1.750 yuan (sekitar Rp 3,8 juta) sementara pekerja pabrik Foxconn lainnya yang memasok Apple di Shenzen digaji minimal 2.400 yuan (sekitar 5,2 juta).

Para pekerja ini bisa bekerja hingga 80 jam lembur dalam sebulan, melebihi batas yang diperbolehkan undang-undang yakni normal 36 jam. Mereka juga tidak dilindungi asuransi keselamatan dan kesehatan, dan pekerja harus meminta izin kepada supervisor jika ingin pergi ke toilet saat sedang bekerja. (rns/rou)
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • YouTube Pulih, Netizen Gembira

    YouTube Pulih, Netizen Gembira

    Rabu, 17 Okt 2018 10:25 WIB
    Setelah sempat tumbang sekitar 45 menit, YouTube saat ini sudah pulih dan bisa diakses. Tumbangnya YouTube terjadi di versi website dan aplikasi mobile.
  • Layanan Down, Ini Kata YouTube

    Layanan Down, Ini Kata YouTube

    Rabu, 17 Okt 2018 09:39 WIB
    Layanan YouTube down pada Rabu (17/10/2018) pagi WIB ini. Berikut penjelasan pihak YouTube mengenai masalah tersebut.
  • iPhone XR Sudah Kantongi Restu Kominfo

    iPhone XR Sudah Kantongi Restu Kominfo

    Rabu, 17 Okt 2018 09:20 WIB
    Pada Jumat (19/10/2018), iPhone XR mulai dibuka pemesanan awalnya. Meski keran pre-order belum sampai di Indonesia, ponsel ini sudah mengantongi restu Kominfo.
  • YouTube Down di Sejumlah Negara

    YouTube Down di Sejumlah Negara

    Rabu, 17 Okt 2018 09:10 WIB
    Situs berbagi video terbesar di dunia, YouTube, dipastikan tumbang alias tidak dapat diakses. Kejadian ini menimpa pengguna di berbagai negara.
  • YouTube Dilaporkan Tumbang

    YouTube Dilaporkan Tumbang

    Rabu, 17 Okt 2018 09:00 WIB
    Pengguna akan melihat pesan error saat mencoba melakukan beragam fungsi di YouTube. Termasuk login, upload atau memutar konten.
  • Twitter Bisa Lacak Akun Penyebar Kebencian

    Twitter Bisa Lacak Akun Penyebar Kebencian

    Rabu, 17 Okt 2018 08:42 WIB
    Twitter cukup kewalahan dalam mengatasi konten yang berisikan tentang ujaran kebencian. Menghadapi isu tersebut, mereka tengah merancang jurus jitunya.
  • WhatsApp Perpanjang Waktu Hapus Pesan

    WhatsApp Perpanjang Waktu Hapus Pesan

    Rabu, 17 Okt 2018 07:59 WIB
    WhatsApp memperbarui fitur 'Delete for Everyone'. Update yang diberikan terkait batasan waktu pengguna bisa menghapus pesan yang terlanjur terkirim.