HP Pinang CIO Baru dengan 'Mahar' Rp 150 Miliar
- detikInet
Jakarta -
Hewlett-Packard meminang Randall Mott, sebagai Chief Information Officer-nya (CIO). Sebagai 'mahar'-nya, Mott diberi uang tunai sebesar US$ 15,3 juta (Rp 150 miliar). Sebelumnya Mott adalah petinggi di perusahaan rivalnya, Dell.Mott yang direkrut pada tanggal 11 Juli 2005, sebelumnya menjabat sebagai CIO di Dell. Dan sebelum itu, bekerja selama 22 tahun di Wal-Mart. Sebagai CIO di HP, pria ini akan mendapat gaji pokok senilai US$ 690.000 (Rp 6,8 miliar), termasuk bonus sebesar 100 persen dari gaji pokok jika mampu mencapai target perusahaan pada tahun fiskal 2005 dan 2006. Mott juga diberi kesempatan untuk memiliki 500.000 lembar saham perusahaan."Sebagai ganti atas keputusan Mr. Mott yang rela meninggalkan jabatan sebelumnya, HP juga sepakat untuk memberi bonus sebesar US$ 2,2 Juta (Rp 21 miliar)," kata pernyataan dari HP, seperti dikutip dari CnetNews.com, Rabu (20/7/2005). Pernyataan tersebut tertera pada dokumen yang ditujukan untuk regulator. HP pada akhir minggu ini akan mem-PHK sedikitnya 15.000 karyawan. Mark Hurd, CEO HP, menilai langkah tersebut sebagai bentuk penghematan perusahaan. Demikian halnya pinangan HP terhadap Mott, diyakini sebagai potensi perusahaan yang nilainya bisa lebih besar dibanding uang yang dikeluarkan HP untuk meminang Mott.Perusahaan memperkirakan, pengurangan karyawan ini akan menghemat dana perusahaan sebanyak US$ 1 miliar (Rp 9,8 triliun) per tahun. Nilai ini bisa digunakan untuk memperbaiki nilai efisiensi, terkait dengan persaingannya dengan para rival. Juru bicara perusahaan mengatakan, penyusutan tenaga kerja ini secepatnya akan direalisasikan pada minggu ini.Dilihat dari catatannya, HP giat melakukan pengurangan jumlah karyawan. Carly Fiorina, CEO terdahulu, mem-PHK hampir 15.000 karyawan di tahun 2002. Dan di tahun 2003 setelah penggabungan HP dengan Compaq, perusahaan kembali mengurangi 4.500 karyawannya.Meskipun keuntungan dari pengurangan tenaga kerja ini sangat besar, sejumlah analis mengatakan bahwa jika PHK masal ini tetap dilakukan, risikonya adalah kerusakan moral dari para pekerjanya.Hasil survey dari perusahaan keuangan Sanford C. Bernstein & Co. mengatakan, pengurangan karyawan masal ini akan mengurangi sekitar 10 persen dari total karyawan HP.Bonus MelimpahKembali ke masalah pinangan HP terhadap Mott. Pria berusia 49 tahun ini juga menerima 285.000 lembar saham yang diberikan sebanyak 20 persen per tahun, selama lima tahun. Menurut data penutupan pada Jumat pekan lalu, saham tersebut bernilai US$ 7,11 juta (Rp 69 miliar). Mott juga berpotensi menerima uang tunai senilai US$ 7 juta (Rp 67 miliar), sebagai bayaran atas performa jangka panjang yang berlaku selama periode 2005 sampai 2008. Dari jumlah tersebut, US$ 5 juta (Rp 49 miliar) sudah dipastikan akan diterima Mott. Selain itu, uang saku senilai US$ 1 juta (Rp 9,8 miliar) juga dialokasikan untuk Mott.Ketika masih di Dell, Mott tidak masuk dalam daftar lima besar eksekutif bergaji tinggi. Selama tahun fiskal 2005 Dell, gaji terendah dari lima besar eksekutif adalah senilai US$ 522 ribu (Rp 5,2 miliar).
(wicak/)