Sabtu, 19 Mei 2018 13:09 WIB

Agar Selamat, ZTE Diminta AS Dirombak

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Nasib ZTE masih di ujung tanduk karena dikenai sanksi tak dapat memakai teknologi asal Amerika Serikat (AS). Memang, Presiden AS Donald Trump sudah bersedia membantu, tapi agaknya ada syarat berat di baliknya.

Sekretaris perdagangan AS, Wilbur Look dilaporkan sedang menganalisa kemungkinan sanksi ZTE dicabut, namun harus ada perubahan besar-besaran di segala lini perusahaan teknologi asal China tersebut.

"Perubahan manajemen, perubahan direksi, perubahan segalanya. Itu tergantung Mr Ross, yang akan membuat rekomendasi ke Presiden," kata penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow.


Dikutip detikINET dari Reuters, saat ini sedang dilangsungkan pembicaraan antara AS dan China untuk meminimalisir perang dagang di antara mereka yang belakangan kian panas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Trump belum lama ini mengumumkan akan membantu ZTE menjalankan kembali bisnis utamanya. Alasan dia, ZTE merupakan salah satu sumber dana besar bagi korporasi AS yang memproduksi perlengkapan teknologi.


"ZTE, perusahaan ponsel besar asal China, memiliki persentase besar membeli komponen-komponen perlengkapan teknologi perusahaan AS. Ini menjadi cerminan dari perjanjian dagang yang lebih besar dengan China, sekaligus hubungan saya dengan Presiden Xi," ujar Trump.

Namun demikian tampaknya tak gampang bagi ZTE kembali berbisnis karena manajemennya kemungkinan harus diganti seluruhnya. AS sepertinya menganggap mereka bertanggungjawab melanggar aturan dengan menjual teknologi ke negara daftar hitam seperti Iran dan Korea Utara. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed