Bukan Garasi Sembarang Garasi
'Rahim' Hewlett-Packard Direnovasi
- detikInet
Jakarta -
Ken Hendrickson, seorang pekerja konstruksi, mengerek papan kayu lapuk satu persatu. Dengan paku dan palu ia 'memaksa' sejarah kembali ke tempatnya.Ken sedang melakukan restorasi sebuah garasi. Tapi bukan garasi sembarangan, garasi itu adalah semacam "rahim" tempat perusahaan Teknologi Informasi Hewlett-Packard (HP) dilahirkan.Garasi HP yang terkenal itu mulai dibongkar perlahan-lahan pada musim semi untuk proyek pemeliharaan. HP telah memperbaiki rumah di Palo Alto yang merupakan tempat kelahiran perusahaan besar itu.Garasi itu merupakan alasan Bill Hewlett memutuskan untuk menyewa properti di Addison Avenue itu pada tahun 1938. Dia dan rekannya, David Packard, membutuhkan kepastian adanya ruang untuk laboratorium dan bengkel.Mereka membagi garasi tersebut menjadi dua bagian yaitu sisi kiri untuk desain dan sisi kanan untuk manufaktur. Gergaji dan sebagainya ada di luar. Di garasi tersebut, pasangan ini membuat produk pertama HP. Produk tersebut adalah osilator audio.Investor muda terkenal menjual produk ini ke Disney untuk digunakan pada produksi "Fantasia". Begitu HP mampu mempekerjakan 2 pegawai, garasinya menjadi terlalu kecil dan perusahaan pindah ke jalan Page Mill.Sekte TeknologiSejarah tersebut yang membuat penganut 'sekte teknologi' berusaha memenangkan status landmark bagi garasi itu pada tahun 1987. Saking kentalnya nilai budaya garasi tersebut, pada April 2005 pejabat HP memutuskan untuk menyelubungkan 'tenda biru' selama proses rehabilitasi untuk menyembunyikan garasi.Apa saja yang dilakukan? Tukang kayu memasukkan rangka baja di sepanjang tepi kayu tua untuk memperkokoh garasi itu. Mereka juga menambahkan beton pijakan baru dan memotong dasar kayu yang digerogoti rayap.Pekerja memakai sebanyak mungkin kayu asli, 80 persen dari kayu tersebut harus asli agar memenuhi standar bangunan bersejarah. HP berharap bangunan itu akan dianugerahi status bersejarah setelah rehabilitasi selesai.Kayu-kayu itu tidak muda lagi. Ada beberapa bagian yang berkerut, ada beberapa yang membengkak, dan ada juga yang mengkerut dan membengkak. Hendrickson kagum karena banyak bagian yang masih bertahan."Ini merupakan harta karun komunitas dan perusahaan. Ini bagian dari sejarah dan budaya kami," kata Sid Espinosa, manajer public relation HP seperti dikutip dari Mercury News oleh detikinet, Rabu (06/07/2005).HP berharap bisa menyelesaikan semua proyek ini sebelum akhir tahun. Dalam hal ini termasuk garasi, rumah dan gubuk di mana Hewlett kerap tidur. Foto: Garasi tempat Hewlett-Packard tumbuh menjadi perusahaan besar. Sumber: hp.com
(wicak/)