Saat ini, perseroan telah menghimpun dana kelolaan senilai Rp10 miliar dengan jumlah konsumen sebanyak 1.400 rekening. Ini merupakan capaian yang memuaskan karena perusahaan tersebut baru beroperasi pada Desember tahun lalu.
"Ini tahun pertama kami, kalau hingga akhir tahun bisa Rp50 miliar saja sudah bagus. Target kami hingga Rp100 miliar sampai akhir tahun nanti," kata Director of Business Development Tanamduit Muhammad Hanif di Jakarta, Selasa (17/4/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga lainnya adalah Mandiri Manajemen Investasi, Manulife Asset Management Indonesia, dan Trimegah Asset Management. Adapun jumlah produk yang tersedia sejauh ini sebanyak 12 produk.
"Tahun ini kami akan terus menambah manajer investasi untuk menjadi mitra. Kami targetkan total mitra manajer investasi sampai akhir tahun mencapai 12 perusahaan," imbuhnya.
Hanif menambahkan, dalam menentukan mitra perseroan menggunakan tolok ukur tertentu. Misalnya kredibilitas serta rekam jejak perusahaan manajer investasi.
Managing Director tanamduit Rini Hapsari menambahkan, saat ini perseroan masih fokus menyasar investor ritel. Namun tidak tertutup kemungkinan nasabah institusi juga akan digandeng.
"Sekarang sudah menyasar institusi juga, tapi tujuannya untuk mengajak orang di dalamnya untuk menjadi investor ritel melalui kami," ujarnya. Perseroan, masih kata Rini, juga tengah menyiapkan layanan khusus untuk investor institusi.
Dia menambahkan, tanamduit berbeda dengan agen penjual reksa dana lainnya yang menghadirkan beragam produk. Dalam aplikasi ini, investor hanya ditawarkan produk-produk tertentu yang memiliki return atau imbal hasil cukup kompetitif.
Untuk saat ini, produk yang paling diminati konsumen adalah reksa dana saham. Adapun mayorits investor yang berinvestasi melalui Tanamduit adalah kalangan milenial. "Karena itu memang sasaran kami," ujarnya. (rou/rou)