Pasar Wireless di Indonesia Capai Rp 49 Triliun
- detikInet
Jakarta -
Riset dari IDC memprediksi pertumbuhan pasar telekomunikasi nirkabel di Indonesia akan terus menggembirakan. Pada tahun 2009, nilai pendapatannya diprediksi akan mencapai Rp 49 triliun lebih.Hasil riset International Data Corp (IDC) menyebutkan adanya pertumbuhan jumlah pelanggan telekomunikasi nirkabel (seluler dan fixed wireless) sebesar 67,32 persen selama tahun 2004. Total yang tercatat adalah 31,1 juta pelanggan.Riset itu terangkum dalam laporan bertajuk 'Indonesia Wireless Services 2005-2009 Forecast and Analysis'. "Pertumbuhan di pasar nirkabel Indonesia hanya bisa dipertahankan dengan mempererat kerjasama antar stakeholder, termasuk pemerintah, pemain pasar, penyedia konten dan pihak lainnya," jelas Said Irfan, analis IDC Indonesia, dalam siaran pers yang diterima detikinet, Selasa (5/7/2005).Masih dari riset yang sama, tercantum bahwa sektor yang tumbuh paling cepat adalah jasa non-suara alias data. Pendapatan dari sektor tersebut tumbuh 58,33% dari 2003 dan mencakup 25,9% pendapatan total 2004. Dari pendapatan non-suara, SMS mendominasi dengan angka 96% pendapatan.IDC memprediksi pasar nirkabel itu akan terus tumbuh sebesar 10,1% compound annual growth rate. Sehingga, pada tahun 2009, pasar itu akan bernilai Rp 49 triliun lebih.Pasar telekomunikasi nirkabel di Indonesia memang 'menggiurkan'. Pada tahun 2002 jumlah pelanggan seluler melampaui jumlah pelanggan telepon tetap. Belum lagi pengguna prabayar yang diramalkan akan terus tumbuh pesat.
(wicak/)