Jumat, 06 Apr 2018 18:55 WIB

Driver Uber Kabur ke Go-Jek, Grab Kalang Kabut?

Adi Fida Rahman - detikInet
Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
FOKUS BERITA Uber Dibeli Grab
Jakarta - Pasca mengakuisisi Uber, Grab mengaku berniat untuk ikut merekrut mitra pengemudinya juga. Tapi, beberapa dari driver Uber malah memilih berlabuh ke kompetitornya, yakni Go-Jek.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata ternyata tak kalang kabut mendengar kabar itu. Ia mengaku tidak mempermasalahkannya, karena menurutnya, semua berpulang kepada mitra driver itu sendiri.

Kendati demikian, Ridzki pun menawarkan prioritas kepada driver Uber bila para driver tersebut mau bergabung dengan Grab.

"Dalam 1 x 24 jam mereka mendaftar sudah dapat langsung aktif," kata Ridzki saat ditemui di kantor Grab Indonesia, Jakarta, Jumat (6/4/2018).



Terkait keluhan mitra driver Uber yang harus mendaftar ulang dan menjalankan tes safety driving, Ridzki menuturkan hal tersebut sudah menjadi standar Grab. Bagi mereka yang diminta untuk mendaftar ulang, kata Ridzki, karena ada kekurangan data yang harus dilengkapi.

Sementara untuk tes safety driving, itu lantaran Grab berupaya mengedepankan keselamatan, baik penumpang maupun mitra pengemudi itu sendiri.

"Keselamatan itu bagian dari misi utama Grab dalam menjalani bisnis. Jadi, tidak bisa dikompromikan apa yang kami sebut safety requairement, yang mungkin tetangga tidak menjalankan," ujar Ridzki.

Dijelaskannya, safety requirement yang dijalankan Grab ada dua, yakni pengecekan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan driver diwajibkan tes keselamatan berkendara. Jika tidak lulus, maka calon mitra tidak dapat bergabung.

"Dua hal itu tidak bisa dikompromikan. Dan, kami berkomitmen untuk terus menjalankannya. Jika mitra tidak bersedia dan akhirnya membuat mereka pilih kompetitor, itu pilihan mereka. Mungkin bagi kompetitor ini bukan yang diwajibkan, sehingga bisa langsung diterima," papar Ridzki.



Menyadari tes keselamatan berkendara ini membutuhkan waktu, Grab lantas membuka lima lokasi tambahan di seluruh Jakarta. Itu guna mempercepat pendaftaran ulang mitra driver Uber.

"Saat ini yang sudah mendaftar ulang baru 75%," ungkap bos Grab Indonesia ini.

[Gambas:Video 20detik] (agt/rou)
FOKUS BERITA Uber Dibeli Grab

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed