BERITA TERBARU
Selasa, 03 Apr 2018 17:47 WIB

Seperti Ini Rangkaian Transformasi Digital Sophie Paris

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Dok. Sophie Paris Foto: Dok. Sophie Paris
Jakarta - Menanggapi kebutuhan untuk meningkatkan pengunjung offline sambil tetap menyeimbangkan penjualan online, Sophie Paris baru saja memulai langkah untuk mengubah pusat distribusinya menjadi fulfillment center, dengan bantuan JDA Software, Inc.

Dengan meluncurkan JDA Warehouse Management, Sophie Paris telah berhasil mengubah model bisnisnya menjadi online-to-offline (O2O). Langkah ini adalah bagian dari transformasi digital Sophie Paris yang telah berlangsung selama beberapa tahun belakangan ini.

Sophie Paris dibentuk di Jakarta pada tahun 1995, dan hingga kini telah menjadi salah satu platform sosial belanja O2O yang bertumbuh dengan paling pesat di Indonesia. Berawal dari bisnis produksi tas tangan rumahan oleh Bruno Hasson, seorang enterpreneur berkebangsaan Perancis, Sophie Paris kini menuai sukses di seluruh Indonesia.

Perusahaan ini juga beroperasi di Filipina dan Maroko. Sophie Paris memiliki lebih dari 400 staf, 400 sentra bisnis, dan lebih dari 2 juta anggota, Sophie Paris menjual 50.000 produk fesyen setiap harinya lewat platform O2O. Saat ini, situs Sophie Paris menjaring lebih dari 1,5 juta kunjungan setiap bulannya, menempatkannya di urutan tiga situs fesyen terpopuler di Indonesia dari segi trafik situs.

Perusahaan ini juga telah memfasilitasi 80.000 transaksi online di bulan Januari, dua kali lipat lebih banyak dari pencapaian yang didapat pada bulan sebelumnya. Pada bulan Februari, transaksi Sophie Paris diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 40 persen.

Sekitar 30 persen dari tenaga penjual Sophie Paris telah memesan produk melalui platform online, memberikan kontribusi sebesar 50 persen pada keseluruhan aparat bisnis Sophie Paris di bulan Februari. Perusahaan ini memprediksikan pertumbuhan sebesar 100 persen di akhir tahun 2018.

"Kami telah berinvestasi untuk transformasi digital Sophie Paris, termasuk dalam rangka mengubah strategi retail kami menjadi model O2O sebagai bagian dari perubahan model bisnis kami, dari business-to-business menjadi business-to-consumer. Ini memberikan peningkatan yang drastis pada pesanan harian, dari 400 per hari menjadi lebih dari 10.000 per hari.", kata Bruno Hassan, presiden direktur dari Sophie Paris Group.

"JDA sangat instrumental dalam memenuhi strategi order kami yang ketat, bukan hanya dalam membawa sentralitas pelanggan dengan mencapai 99,5 persen level servis yang kami inginkan, tapi juga dalam memangkas pengeluaran-pengeluaran ekstra."

Sophie Paris telah menerapkan JDA Warehouse Management pada sentra distribusi mereka untuk meningkatkan level produktivitas dan inventorial, serta untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian pada perubahan rantai suplai, berikut fleksiibilitas dan visibilitas pada pengoperasian warehouse yang diperlukan untuk dapat sukses dalam bisnis marketplace yang sangat kompetitif.

Sejak menerapkan JDA, Sophie Paris telah meningkatkan efisiensi warehouse dengan signifikan, mereka mampu menyiapkan semua pesanan - hingga 10.000 pesananan atau 50.000 barang - dalam sehari. Sophie Paris juga berhasil mengurangi pengeluaran ekstra sampai dengan 25 persen, dengan prediksi balik modal dalam jangka waktu dua tahun.

"Sophie Paris adalah contoh perusahaan yang tanggap akan adanya perubahan kebiasaan berbelanja dari pelanggan, yang kini cenderung menggabungkan belanja online dan in-store. Mereka berhasil menerapkan strategi distribusi yang tangkas, dengan menawarkan banyak kanal untuk berbelanja untuk memenuhi kebutuhan pelanggan." kata Amid Bagga, presiden JDA Asia Pacific.

"Kami sangat senang melihat pencapaian Sophie Paris yang cepat dan impresif, mereka akan terus melihat pengurangan dalam pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan fulfillment dan level inventaris, dan di saat yang bersamaan juga mengalami peningkatan dalam ketepatan inventori mereka. Semua ini akan berpengaruh secara langsung dalam profitabilitas Sophie Paris dan tingkat kepuasan pelanggan mereka." (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jumat, 27 Apr 2018 10:18 WIB
    Hingga saat ini, cakupan jaringan data operator seluler ini telah melayani di kurang lebih 4.226 kecamatan yang berada di 406 kota/kabupaten di Tanah Air.
  • Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Jumat, 27 Apr 2018 09:30 WIB
    Samsung Electronic mengungkap pasar ponsel secara global melemah dan memperlambat pertumbuhan pemasukkannya. Kendati begitu mereka masih meraup keuntungan.
  • Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Jumat, 27 Apr 2018 09:04 WIB
    HMD Global kembali akan membangkitkan ponsel Nokia yang tenar di masanya. Vendor asal China itu dikabarkan bakal merilis ponsel N-Series dalam waktu dekat.
  • Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Jumat, 27 Apr 2018 07:23 WIB
    Bos Xiaomi Lei Jun berjanji kalau perusahaannya itu akan membatasi laba bersih alias untung setelah pajak untuk penjualan produknya sebesar 5%. Kenapa?
  • Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Jumat, 27 Apr 2018 06:45 WIB
    Nintendo mengumumkan nama baru yang akan menjadi presiden. Pergeseran jabatan ini diharapkan dapat mengalahkan rekor keuntungan yang ditorehkannya 9 tahun lalu.