Selasa, 03 Apr 2018 06:54 WIB

Akuisisi Uber oleh Grab Langgar UU Antimonopoli?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
FOKUS BERITA Uber Dibeli Grab
Singapura - Akuisisi bisnis Uber di Asia Tenggara oleh Grab sudah resmi terjadi, namun bisa saja masih menyisakan masalah di Singapura, di mana kantor pusat Grab berlokasi.

Pihak berwajib di Singapura, dalam hal ini Competition Commission of Singapore (CCS) mengumumkan kalau mereka tengah memeriksa akuisisi tersebut dan mengaku mempunyai dasar untuk menganggap akuisisi tersebut bisa saja melanggar aturan nomor 54 di Competition Act Singapura.



Mereka pun mengajukan sebuah Interim Measure Direction yang mewajbkan Grab dan Uber untuk menjaga tarif independen pra transaksi, kebijakan tarif, dan opsi produk, demikian dikutip detikINET dari Ubergizmo, Selasa (3/4/2018).

Seperti diketahui sebelumnya, Grab sudah mengakuisisi seluruh bisnis Uber di Asia Tenggara. Dengan akuisisi ini, Uber tak lagi hadir di Asia Tenggara namun mereka punya saham 27,5 % di bisnis Grab yang nilainya lebih dari USD 6 miliar.



Grab pun sudah membeberkan langkah mereka setelah akuisisi tersebut, yaitu mematikan aplikasi Uber dalam waktu dua minggu, dan memindahkan pelanggan serta sopir ke platformnya itu.

"Grab sudah menjalankan uji kelayakan yang komprehensif dan analisis hukum dengan penasihat hukumnya sebelum memulai dan menyelesaikan transaksi. Kami juga sudah berdiskusi dengan CCS terkait transaksi ini dan terus melakukan hal tersebut sampai saat ini," ujar Lim Kell Jay, head of Grab Singapore dalam pernyataan resminya. (asj/afr)
FOKUS BERITA Uber Dibeli Grab

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed