Selasa, 27 Mar 2018 15:55 WIB

Foxconn Caplok Belkin: Exit Plan Ketika iPhone Tak Laku?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foxconn mulai mencari alternatif bisnis selain iPhone dengan membeli Belkin Foxconn mulai mencari alternatif bisnis selain iPhone dengan membeli Belkin
Jakarta - Foxconn, yang populer sebagai perusahaan manufaktur perakit iPhone, bakal merambah bisnis lain dengan akuisisinya yang terbaru, yaitu Belkin.

Belkin adalah perusahaan yang mempunyai sejumlah produk dengan merek lain, di antaranya Linksys dan Wemo. Mereka adalah perusahaan yang berbasis di California, Amerika Serikat, dan sudah berdiri selama 35 tahun.

Saat ini Belkin dikenal sebagai pembuat jajaran aksesoris untuk ponsel dan komputer, seperti charger wireless, docking laptop, dan casing ponsel. Pada 2013, Belkin mengakuisisi Linksys yang terkenal dengan produk router rumahannya.



Sementara Wemo adalah sistem rumah pintar bikinan Belkin yang saat ini sudah lima tahun ada di pasaran, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (27/3/2018).

Dengan lini produk Belkin yang begitu luas, tentulah akuisisi ini merupakan perubahan yang sangat besar bagi Foxconn. Yaitu dari perusahaan yang ada di balik layar (merakit iPhone), menjadi pemilik tiga merek produk konsumer besar, termasuk mengeluarkan uang yang besar juga untuk akuisisi ini, yaitu USD 866 juta atau sekitar Rp 11,8 triliun.

Namun tentu saja akuisisi ini harus mendapat izin terlebih dahulu dari US Committee on Foreign Investment. Dan perlu dicatat, belakangan ini banyak akuisisi besar oleh perusahaan non AS yang gagal pada tahap ini, terlebih lagi yang akan diakuisisi Foxconn ini adalah perusahaan pembuat peralatan networking.



Foxconn sendiri sebelumnya sudah menyatakan kesanggupannya untuk membangun pabrik senilai USD 10 miliar di Wisconsin, yang mungkin saja bisa mempermulus jalannya dalam mendapat restu untuk mengakuisisi Belkin.

Sejak awal 2018, Foxconn memang sudah menyatakan keinginannya untuk mendiversifikasi bisnisnya, agar mereka tak terlalu bergantung pada perakitan iPhone. Pasalnya saat ini hampir setengah pemasukan Foxconn berasal dari Apple, hal ini tentu membuat Foxconn was-was.

Jika sampai Apple mencari rekan lain untuk merakit iPhone, atau nantinya iPhone kehilangan popularitasnya, Foxconn akan berada dalam masalah besar. (jsn/rou)