Selasa, 13 Mar 2018 11:15 WIB

Trump Turun Tangan, Broadcom Dilarang Caplok Qualcomm

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi Qualcomm. Foto: GettyImages Ilustrasi Qualcomm. Foto: GettyImages
Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah untuk melarang Broadcom mengakuisisi Qualcomm. Alasannya?

Menurut Trump, berdasarkan informasi yang kredibel, jika Broadcom mengambil alih Qualcomm, maka akan ada ancaman terhadap keamanan nasional bagi Amerika Serikat.

Broadcomm sendiri adalah perusahaan yang berbasis di Singapura, sementara Qualcomm adalah perusahaan asli Amerika Serikat.



Broadcom beberapa bulan ke belakang memang tengah berusaha untuk mengakuisisi Qualcomm. Namun sampai saat ini usahanya itu belum berhasil karena terus mendapat penolakan, namum mereka masih berusaha untuk meminang Qualcomm.

Namun kini niat Broadcom itu bisa dipastikan makin berat untuk tercapai, setelah Trump melarang Broadcom melakukan akuisisi tersebut -- dengan cara apa pun --, dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (13/3/2018).

Meski begitu, pelarangan ini seperti sudah bisa ditebak oleh Broadcom, terutama setelah adanya larangan sejenis sebelumnya. Yaitu ketika Trump melarang perusahaan milik pemerintah China mengakuisisi perusahaan semikonduktor AS pada September lalu.

Untuk itulah kini Broadcom tengah memproses pemindahan kantor pusatnya dari Singapura ke Amerika Serikat. Dan perpindahan itu diperkirakan akan selesai pada 3 April mendatang. Setelah itu, Broadcom tampaknya akan 'melawan' larangan dari Trump tersebut. (asj/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed