Seharga Rp 4,1 Triliun
Siemens Lepas Divisi Ponsel ke BenQ
- detikInet
Jakarta -
Siemens akhirnya menjual divisi ponsel yang setiap harinya merugi sebesar US$ 1,84 juta (Rp 17,6 miliar)kepada BenQ sebesar US$ 426 juta (Rp 4,1 triliun). Atas akuisi tersebut, BenQ berhak memakai nama Siemens sebagai merek pada divisi ponsel selama 5 tahun.BenQ akhirnya mengakuisi seluruh bisnis ponsel Siemens. Nota kesepakatan tersebut diperkirakan rampung pada akhir September. Akuisi tersebut membenarkan spekulasi rumor yang beredar selama berbulan-bulan.Sebagai bagian dari perjanjian, Siemens berhak atas 2,5 persen dari saham keseluruhan BenQ yang seharga US$ 61,4 Juta (Rp 586 miliar). Malah Siemens akan menyuntik dana lanjutan sebesar US$ 307 juta (Rp 2,93 triliun). Total keseluruhan transaksi diperkirakan mencapai US$ 429 juta sebelum akhir pajak tahun ini."Dengan kerjasama ini, kami mendapatkan gambaran kelanjutan bisnis ponsel kami," kata Klaus Kleinfeld, Chairman Siemens yang dilansir AFP Rabu (8/6/2005). "BenQ dan Siemens saling melengkapi satu sama lain, bahkan dari segi geografi. Bagi BenQ yang saat ini kuat di pasar Asia, dapat menembus pasar Eropa dan Amerika Latin yang dikuasai kami," tambahnya.Memang MerugiSiemens menderita kerugian operasional sebesar US$ 170 juta (Rp 1,6 triliun) sejak awal tahun 2005 dan pangsa pasar ponselnya keseluruhan turun menjadi 5,5 persen dari 8 persen tahun sebelumnya. Siemens tertinggal jauh di belakang Nokia yang menguasai pangsa pasar sebesar 30,4 persen, diikuti oleh Motorola 16,8 persen dan Samsung dengan 13,3 persen. Untuk meraih kembali keuntungan, Siemens menghitung pangsa pasar yang diraih setidaknya harus mencapai 15 persen.Meskipun produk Siemens telah dikenal oleh banyak kalangan, sayangnya Siemens kurang lihai dibandingkan rivalnya dalam mengidentifikasi trend pasar seperti memasukkan fitur kamera digital pada ponselnya.BenQ merupakan rekanan teknologi Acer Group yang selama ini memproduksi kamera digital, laptop, scanner,perangkat optik, serta monitor. "Dengan akuisisi bisnis ponsel Siemens, kami mempercepat tujuan kami untuk menjadi pemain utama industri ponsel," kata K.Y. Lee, Chairman dan Chief Executive BenQ.Salah satu faktor utama yang dipikirkan Siemens ialah 6.000 pekerja yang diambil alih oleh BenQ pada kondisi perjanjian kontrak. Di Jerman, divisi ponsel mempekerjakan sekitar 3.000 pegawai utama di lokasi Kamp-Lintfort, North Rhine-Westphalia, di mana pegawai belakangan ini dipaksa untuk bekerja lembur tanpa bayaran ekstra."Untuk kami, kelanjutan perusahaan yang berlokasi di Kamp-Lintfort merupakan faktor penting dalam proses penentuan pembeli," kata Kleinfeld. "Hingga demikian kami menciptakan prospek yang cerah untuk masa depan karyawan kami," tambahnya.
(wicak/)