Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Sempat Bikin Heboh
Microsoft Sanggah Windows US$ 1
Sempat Bikin Heboh

Microsoft Sanggah Windows US$ 1


- detikInet

Jakarta - Ari Kun Widodo, Vice President Microsoft Indonesia, menyanggah adanya kesepakatan MS-Windows 1 Dollar antara pihak Microsoft dengan pemerintah Indonesia. "Belum ada konklusi," ujarnya.Kabar adanya kesepakatan pemutihan lisensi Windows yang digunakan pemerintah Indonesia muncul ke permukaan setalah kantor berita Inggris, BBC, mengutip pemberitaan yang marak di dalam negeri. Dengan judul '$1 amnesty for pirated software', artikel yang banyak mengambil sumber dari koran lokal berbahasa Inggris 'The Jakarta Post' itu membuat heboh aktivis teknologi di Indonesia, dan di dunia. Forum techie Slashdot misalnya sempat ramai membahas hal itu.Microsoft Indonesia pun segera menyanggahnya. Vice President Microsoft Indonesia, Ari Kun Widodo, memang mengakui ada pembicaraan dengan pemerintah. "Pembicaraan masih berjalan, tapi belum ada konklusi apa-apa berkaitan 'satu dollar per pc'. Itu mungkin misleading istilahnya ya?" ujar Ari Kun yang dihubungi detikinet, Sabtu (11/6/2005). Menurut Ari pihak Microsoft masih menggali informasi terkait keinginan pemerintah melakukan license compliance (kesesuaian lisensi). Proses tersebut yang oleh beberapa pihak dianggap sebagai 'pemutihan'."Kami juga ingin mengetahui secara tepat berapa sih, PC dan software Microsoft yang digunakan di pemeritah. Kita belum tahu," tutur Ari.Pusat Riset?Wacana mengenai pemutihan dan lisensi satu dollar berawal dari pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan pendiri Microsoft Bill Gates di Amerika Serikat dua minggu lalu. Konon hal-hal itu termasuk dalam pembicaraan kedua tokoh.Menurut Ari, banyak isi pembicaraan itu yang masih terlalu dini untuk diungkapkan. Apa sih isinya? "Ada beberapa hal dikaitkan dengan masalah edukasi dan penghargaan atas HaKI. Kemudian pemerintah juga mengundang Microsoft untuk mendirikan research center," tutur Ari tanpa bersedia merinci. Soal pusat riset tersebut, Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman bahkan sempat mengatakan telah tersedia lahan 300 hektar untuk pelaksanaannya. Menurut mantan rektor ITB itu, Rabu (8/6/2005) seusai bertemu Presiden, Microsoft sudah berkomitmen untuk mengambil sebagian lahan.Ari menjelaskan bahwa hal itu masih perlu dikaji lagi. "Masih ada 'pe er'-nya. Misalnya, pengertian mengenai research center," lulusan ITB ini menjelaskan.Menurutnya, bisa saja bentuknya adalah kerjasama riset dengan Universitas tertentu. "Kalau bayangannya adalah full-blown research center, perlu step by step," jelasnya.Ari mengakui bahwa pembicaraan memang mengarah ke pusat riset. Namun bentuk riil-nya belum disepakati. (wicak/)





Hide Ads