Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Incar No.1 di Asia Pasifik
Oracle Siapkan Strategi Hadapi SAP
Incar No.1 di Asia Pasifik

Oracle Siapkan Strategi Hadapi SAP


- detikInet

Jakarta - Oracle siapkan 'perang' melawan SAP di Asia Pasifik. Tujuan akhirnya adalah untuk menjadi jawara aplikasi enterprise di Asia Pasifik. Oracle mengakui saat ini masih tertinggal di belakang SAP untuk aplikasi enterprise di Asia Pasifik. "Kami memang berada tepat di belakang SAP di pasar ERP (Enterprise Resource Planning -red.) di kawasan Asia Pasifik," kata Mark Gibbs, Senior Vice President Application Oracle Asia Pasifik, dalam siaran pers yang diterima detikinet, Sabtu (16/04/2005).Namun, menurut Gibbs, Oracle sudah mengalahkan SAP di pasar dunia untuk aplikasi Supply Chain Management (SCM) dan Human Capital Management (HCM). Meski demikian, perusahaan asal Amerika Serikat itu bertekad untuk mengalahkan SAP di Asia Pasifik. Salah satu andalan mereka adalah jumlah kekuatan yang membesar pasca akuisisi PeopleSoft. Saat ini, menurut data Oracle, terdapat 50 ribu karyawan Oracle plus PeopleSoft. Demikian juga dengan jumlah pelanggan yang menjadi 23 ribu pelanggan aplikasi di seluruh dunia.Hal itu diklaim sebagai bukti kekuatan Oracle di bidang aplikasi. Selama ini Oracle lebih dikenal sebagai vendor teknologi, khususnya database. Strategi Melawan SAPTahun lalu, Oracle telah melakukan penataan di Asia Pasifik sehingga lebih fokus pada bisnis aplikasi di Asia Pasifik. Oracle memaparkan, di Asia Pasifik, pendapatan lisensi baru dari aplikasi pada kuartal kedua 2005 tumbuh 46 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Apa saja strategi yang disiapkan Oracle untuk merebut posisi SAP di Asia Pasifik? Pertama, mereka berencana untuk menggarap industri yang selama ini kurang digarap. Industri itu adalah Komunikasi, Media dan Dunia Hiburan, Sektor Publik dan Jasa Keuangan. Strategi kedua adalah mengedepankan konsep Information Architecture. Pada dasarnya, Information Architecture adalah upaya menempatkan informasi dalam sebuah konteks yang akan memudahkan penggunanya untuk mendapatkan data yang diperlukan. Dalam hal ini peluang Oracle diharapkan cukup baik karena di balik konsep Information Architecture adalah database. Sedangkan di area database, Oracle sudah memiliki lebih dari cukup pengalaman.Strategi ketiga yang disiapkan Oracle adalah mengejar peluang di pasar menengah. Dalam hal ini Oracle menyiapkan produk E-Business Suite Special Edition dan J.D. Edwards EnterpriseOne. Strategi terakhir yang disiapkan adalah Project Fusion, yaitu arsitektur generasi mendatang yang akan menyatukan seluruh aplikasi di bawah Oracle. Oracle menargetkan Project Fusion untuk lahir di tahun 2008. Nantinya, semua aplikasi di bawah Oracle (termasuk E-Business Suite, PeopleSoft Enterprise 9 dan J.D Edwards 8.12) akan mengandung inti yang sama, yaitu Project Fusion. "Project Fusion berdasarkan teknologi-teknologi seperti Java, arsitektur berorientasi jasa, konsolidasi data master, dan Grid Computing," tambah Gibbs. (rouzni/)







Hide Ads