Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Oracle Percayakan UKM pada Pengembang Lokal

Oracle Percayakan UKM pada Pengembang Lokal


- detikInet

Jakarta - Oracle yakin bahwa 80 persen peluang bisnis ada di segmen UKM, 20 persen sisanya di perusahaan besar. Untuk itu, Oracle mempercayakan bisnis di sektor UKM pada Independent Software Vendor (ISV) binaannya."UKM adalah salah satu segmen yang diidentifikasi oleh Oracle," ujar Adi J Rusli. Managing Director Oracle Indonesia kepada detikinet dan Bisnis Indonesia, di sela-sela acara SME Solutions Forum di Hotel Shangri-La, Rabu (11/05/2005). Menurut Adi, Oracle tidak melihat dari besar kecilnya ukuran bisnis perusahaan yang ditargetkan menjadi konsumen. "Pada kenyataannya, size doesn't matter," kata Adi. Menurutnya, perusahaan kecil, sedang ataupun besar bisa memakai produk yang sama untuk solusi dan teknologi yang dimiliki Oracle. "Ini adalah strong valuable position kita di market" tegas Adi.Adi mengakui salah satu faktor sukses kritikal Oracle di segmen UKM adalah hasil kerjasama dengan ISV, alias pengembang software lokal. Menurut Adi, para pengembang software lokal tersebut bisa memanfaatkan nama Oracle untuk "mendompleng" pemasaran mereka di segmen UKM. Adi kemudian merujuk pada survei IDC yang menyebutkan bahwa 50% pasar industri TI di Indonesia diserap oleh UKM . "Peluang tersebut bisa dimanfaatkan oleh mitra ISV kita," ujar Adi menambahkan.Mengutip data dari lembaga Swiss Contact, ada sekitar 40 juta perusahaan yang dikatagorikan sebagai UKM di Indonesia. Menurut Adi, kesadaran pelaku bisnis di segmen UKM mengenai TI sebagai alat pembantu di bisnis semakin tinggi. Adi percaya bahwa para pengembang software lokal akan dapat melihat potensi market dari yang kecil dan kemudian berkembang, sesuai dengan perkembangan bisnis mereka. Oracle melihat UKM sebagai kue yang besar. "Oracle mempunyai kemampuan dan pasar yang berbeda, sehingga Oracle tidak akan bersaing dengan ISV-nya sendiri," ujar Adi. Oracle juga menjalin kerjasama dengan Swiss Contact. Oracle menyediakan solusi teknologi, sedang Swisscontact di sisi nonteknis. Mereka menggarap lahan yang belum dilirik oleh ISV seperti microfinancing. Menurut Adi, Di Indonesia ada sekitar 2000 institusi yang mengerjakan microfinancing, tapi solusi yang mereka pakai masih manual. "Meskipun ada TI pun, paling hanya PC- based dengan program office saja," paparnya. Selain itu Oracle juga bekerjasama dengan Deperindag mengembangkan industri software di Indonesia dengan program inkubator di universitas-universitas. Dengan program inkubator tersebut, Oracle mengharapkan akan timbul industri software baru yang kelak akan menjadi ISV baru. "Program inkubator tersebut akan dapat membantu para mahasiswa untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk memasuki dunia industri selepas masa kuliah. Sebab tidak semua hasil belajar di kampus bisa langsung diterapkan di dunia industri," tandasnya. (wicak/)




Hide Ads