Kamis, 22 Feb 2018 20:28 WIB

20 Tim Bersaing Jadi Jawara Telkom Hackaton 2018

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: internet Foto: internet
Jakarta - Telkom Hackathon 2018, ajang kompetisi pembuatan aplikasi berhadiah ratusan juta dan perjalanan bisnis ke luar negeri dari Telkom, segera masuki babak final.

Dua puluh tim terbaik telah berhasil lolos dari penjurian tahap pertama dan mengalahkan hampir 400 tim lainnya yang berpartisipasi pada kompetisi ini.

Tim finalis yang lolos ke babak final berdatangan dari berbagai kota di Indonesia. Mereka adalah Cardio PP (Bandung), Cerise (Bandung), Digital Koperasi (Jakarta), D-LOG (Medan, Bandung, Makassar), ESSchool (Surabaya), Fotoin (Jakarta), Gifood (yogyakarta), dan HappyDeliv (Jakarta).

Kemudian Just a pinless Payment Application (Bandung), Lamial (Yogyakarta), MagiCart (Bandung), Masakin (Jakarta), Medth (Jakarta), Natieva(Jakarta), SNOPY (Jakarta), Sorella (Jakarta), TRASURANCE (Surabaya), Tukang Dagang (Bandung), Ulah - Uang Sekolah (Yogyakarta), dan ZAKKI (Denpasar).

Ahmad Rosadi Djarkasih, Ketua Telkom Hackathon, menyatakan, 20 tim yang lolos dari penjurian tahap pertama telah berhasil menciptakan aplikasi bisnis baru yang inovatif dan menggunakan API dari Telkom xsight secara efektif.

"Kami sangat antusias dan semangat melihat banyaknya ide kreatif yang dapat diciptakan dengan mengoptimalkan penggunaan Telkom API di xsight. Meyakinkan kami bahwa generasi muda Indonesia kita siap tumbuh dan bersaing di dunia digital dan teknologi masa kini," katanya dalam keterangannya, Kamis (22/2/2018).

Tim finalis terpilih akan mengikuti tahap coaching clinic dan grand final yang akan diadakan di Bandung Digital Valley, Jalan Gegerkalong Hilir No 147 Kota Bandung, pada hari Sabtu dan Minggu mendatang (24/02/2018 - 25/02/2018).

Di hari pertama, peserta akan diberikan pelatihan dan pendampingan (coaching clinic) oleh coach Dr. Eko Budiardjo/IPKIN (Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia) serta Bima Laga/IDEA (Indonesia e-Commerce Association).

Setelah coaching clinic, peserta diberikan waktu untuk melakukan hacking guna meyempurnakan karya nya dengan bimbingan/mentoring dari Dr. Bisyron Wahyudi/Deputy Chairman IDSIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Coordination Center) selama proses hacking.

Tim juri untuk babak grand final terdiri dari tim internal PT Telkom dan external. Juri internal Telkom diwakili oleh Tri Gunadi, EVP Divisi Business Service Telkom, dan Tante Suranto, Deputy EGM IT Development Telkom.

Sedangkan tim juri eksternal terdiri dari pakar teknologi Indonesia yaitu Didik Partono Rudiarto dari ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia), Andy Zaki/MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Inovasi dan Komunikasi Indonesia), Prof. Richardus Eko Indrajit/APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia), Betty Alisjahbana/AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia), dan I Gusti Manik/Rocklife Systems Inc.

Sri Safitri, Ketua Satgas xsight Telkom, menambahkan, kompetisi ini sejalan dengan upaya PT Telkom mendorong kawula muda untuk memiliki semangat menjadi enterpreneur digital. Sekaligus menyelaraskan diri dengan amanat Presiden Jokowi yang tengah gigih membangun ekonomi digital di Indonesia.

"Terlebih kami sebelumnya juga sudah sukses menggelar Telkom Hackathon 2015 dan 2016, sehingga event akbar tahunan ini kembali kami selenggarakan guna mencapai tujuan kemandirian ekonomi digital bangsa," sambungnya.

Sri Safitri menjelaskan, Telkom Hackathon merupakan sebuah kompetisi pengembangan aplikasi bisnis digital dengan menggunakan produk API dan big data analitik dari pada platform digital Telkom terbaru, xsight. Dengan xsight, access kepada API yang terpercaya dan berkualitas menjadi lebih mudah dan mampu memberikan pengalaman like never before bagi para developer dan perusahaan.

"Melihat animo yang meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, kami optimistis Telkom Hacakthon dan xsight mampu menghasilkan lebih banyak lagi entreprenuer digital yang menghasilkan aplikasi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan memajukan bangsa," tuturnya. (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed