Twitter resmi mengumumkan bahwa mereka berhasil mendapatkan keuntungan bersih untuk pertama kali, sekaligus tetap mempertahankan pertumbuhan pendapatan selama periode tiga bulan terakhir di 2017.
Media sosial tersebut mengatakan bahwa keuntungan bersih mereka mencapai USD 91,1 juta (Rp 1,2 triliun), atau 12 sen (Rp 1.600) per lembar saham, yang menjadi 19 sen (Rp 2.500) per lembar saham setelah melewati penyesuaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pendapatan, Twitter berhasil meraup USD 732 juta (Rp 9.9 triliun), yang juga berhasil mengalahkan estimasi dari survei Thomson Reuters sebesar USD 686,1 juta (Rp 9,3 triliun), seperti detikINET lansir dari CNBC, Jumat (9/2/2018).
EBITDA (Earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization), atau keuntungan sebelum dipotong bunga, pajak, penurunan nilai aset, serta alokasi dana untuk aset, yang berhasil direngkuh Twitter senilai USD 380 juta (Rp 5,1 triliun), melampaui estimasi FactSet dan StreetAccount sebesar USD 241 juta (Rp 3,2 triliun).
Sayangnya, jumlah pengguna aktif bulanan Twitter masih belum mampu memenuhi ekspektasi yang dikeluarkan oleh FactSet dan StreetAccount.
Mereka hanya berhasil mendapatkan 330 juta user, berbanding dengan 332,5 juta yang diprediksi oleh dua firma analisis tersebut. Akan tetapi, angka tersebut sudah mengalami pertumbuhan sebesar 4% dari tahun sebelumnya dalam periode yang sama.
Untuk pengguna aktif hariannya, Twitter mengaku bahwa jumlahnya meningkat sebesar 12%, namun mereka tidak membeberkan angka spesifik.
Nilai saham Twitter pun ikut meningkat hingga lebih dari 20% dan sempat menyentuh USD 35 (Rp 477.000), yang kemudian ditutup tumbuh sebesar 12,1% menjadi USD 30,18 (Rp 412.000). (fyk/fyk)