Selasa, 30 Jan 2018 21:30 WIB

Ini Strategi Go-Jek agar Tak Kalah dari Grab dan Uber

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Go-Jek harus bersaing ketat dengan Grab dan Uber di pasar transportasi online. Mengarungi 2018 ini, Go-Jek tak hanya ingin meningkatkan jumlah penggunanya saja, tapi juga dari segi loyalitas. Caranya?

Chief Marketing Officer Go-Jek Piotr Jakubowski mengatakan fokus pada tahun ini tak ubahnya dengan yang dilakukan oleh perusahaan pada tahun kemarin, yakni bagaimana Go-Jek sebagai platform bisa jadi salah satu elemen kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia.

"Kita fokusnya di customer dari produknya, dari customer journey dan customer experience-nya, yang fokus inovasi kebanyakan di sana," ujar Piotr di sela-sela jumpa pers Artpreneur Talk di Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Piotr mengatakan, customer journey dan customer experience adalah beberapa titik kekuatan Go-Jek. Disampaikannya, Go-Jek tak hanya sebagai melayani untuk bidang transportasi saja, melainkan juga layanan-layanan lain yang sudah menyangkut kebutuhan sehari-hari.

"Tak hanya bisa transportasi saja tapi bisa layanan-layanan lain, seperti mengirim makanan atau kirim barang. Jadi, bukan hanya satu service tapi banyak lainnya," sebutnya.

Lebih rinci apa yang akan dilakukan Go-Jek pada tahun ini, Piotr enggan untuk membeberkan ramuan resepnya. Namun hal yang pasti, dikatakan Piotr, sisi experience untuk pengguna agar saat menjajal aplikasi Go-Jek bisa mudah, nyaman, dan bisa menolong banyak orang, jadi acuannya.

"Seperti visi misi kita sudah jelas, Go-jek dibangun untuk membantu social impact, itu yang paling penting. Kita fokus ke sana. Bagaimana semua elemen dari Go-Jek itu sendiri bisa berkembang, baik itu jumlah pengguna, bisnis yang turut berkembang juga," kata dia. (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed