E-Procurement Telah Diuji Coba 85 Vendor
- detikInet
Jakarta -
Sistem pengadaan barang secara elektronik (e-procurement) sudah memasuki tahap uji coba 85 vendor yang biasa menjadi penyedia barang untuk Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mulai belajar menggunakan sistem tersebut.Hal itu disampaikan Moedjiono, Staff Ahli Menteri bidang Hubungan Internasional dan Kesenjangan Digital, usai acara Pelantikan Pejabat Kominfo, di kantor Kominfo, Jakarta, Kamis (2/6/2005). "Saat ini ada 85 vendor yang biasa supply barang ke Kominfo, mereka mulai mengisi data, belajar menggunakan e-procurement," kata Moedjiono. "Dalam beberapa minggu akan diselesaikan menunggu kesiapan staf eselon II ke bawah," imbuhnya.Moedjiono berharap, sistem tersebut benar-benar rampung akhir Juni nanti. "Ini akan jadi prototipe untuk departemen-departemen lain," katanya. Dia menjelaskan, saat ini Departemen Pertanian dan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah dijadwalkan untuk mengikuti pelatihan di Kominfo.Sistem e-procurement disiapkan untuk dipakai di seluruh jajaran departemen di Indonesia. Penerapan sistem pembelian secara elektronik ini diharapkan dapat menghindari terjadinya korupsi dalam pengadaan barang di kalangan pemerintah. Saat ini baru Kominfo yang menerapkan sistem e-procurement ini, dengan dukungan dana dari Bank Dunia. Menurut Moedjiono, departemen lain bisa memakai sistem yang sama yang diterapkan di Kominfo, sehingga tidak perlu membuat sendiri."Akhir tahun semua departemen harusnya sudah ikut (menerapkan) sistem yang sama," katanya. "Nantinya harus ada super administrator, untuk sementara ini peranan tersebut masih dipegang Kominfo. Idealnya nanti diusahakan akan dipegang oleh badan yang independen," Moedjiono menambahkan.Penerapan sistem e-procurement ini juga didesak oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta agar semua departemen segera menggunakan sistem ini. Selain departemen, BUMN juga diharapkan akan memakainya. "Tapi bertahap, sekarang pemerintah dulu," Moedjiono menegaskan.
(cpartogi/)