Menurutnya hal ini belum bisa dijadikan acuan tenggelamnya popularitas toko offline, dibanding online. Pasalnya dijelaskan Duri, meski tren online terus menunjukkaan peningkatan, e-commerce persentasenya ternyata masih berada di kisaran 1-2% dibanding jualan offline.
"Potensi e-commerce memang masih sangat besar. Tapi baik market online maupun offline masih akan berkembang bersama," ujarnya, di sela-sela peluncuran Infinix Note 4 Pro, di kawasan Menteng, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Finansial mereka tidak seburuk kedengarannya. Mereka menutup untuk membuka yang lain. Laporan keuangan mereka menurut saya masih sangat bagus. Tidak ada yang namanya krisis offline, mereka masih bergerak dengan sangat baik," jelasnya.
Meski begitu Ia mengakui kalau memang ada pergeseran tren pengguna. Tak sedikit pengguna yang mulai beralih ke online, meski masih juga suka mengunjungi gerai offline. Tapi pada akhirnya kesempatan ini sejatinya bisa dimanfaatkan berbagai pemangku kepentingan untuk semakin memajukan industri.
Tak hanya industri retail baik offline maupun online, tapi juga berbagai sektor yang menopangnya seperti jasa ekspedisi, logistik, dan lain-lain.
"Memang tren bergeser, tapi offline masih sangat besar. Menurut saya offline pasti akan selalu ada. Kita bisa membangun market bersama (online dan offline -red). Begitu pun sektor lainnya, akan ikut berkembang. Jadi tak ada yang harus ditakutkan," pungkas Duri.
(yud/yud)