Kamis, 31 Agu 2017 09:15 WIB

Pengungsi Iran Resmi Jadi CEO Uber

Fino Yurio Kristo - detikInet
Dara Khosrowshahi. Foto: Forbes Dara Khosrowshahi. Foto: Forbes
Jakarta - Dara Khosrowshahi resmi menjadi CEO baru Uber menggantikan Travis Kalanick. Ia menerima pinangan dari startup terbesar di dunia itu dan meninggalkan jabatannya sebagai CEO perusahaan booking travel, Expedia.

Penunjukan Dara sebenarnya mengejutkan karena ia tak pernah disebut-sebut sebelumnya sebagai calon CEO Uber. Pengungsi dari Iran ini sudah menulis memo perpisahan pada karyawan Expedia.

"Ini adalah salah satu keputusan terberat dalam hidupku. Aku merasa terhormat memimpin Expedia lebih dari 12 tahun," tulisnya yang dikutip detikINET dari Reuters.

"Aku sudah sangat lama di sini sehingga lupa seperti apa hidup di luar tempat ini. Tapi pelajaran terbesar untukku adalah ketika melakukan perubahan besar atau mengambil peran baru, kita harus bergerak dari zona nyaman dan mengembangkan kekuatan yang tak kita ketahui," tambahnya.

Khosrowshahi pun menjanjikan perubahan besar di Uber. Memang perusahaan ride sharing ini sedang mengalami berbagai skandal dan kontroversi di bawah kepemimpinan Travis Kalanick sebelumnya.

"Perusahaan ini harus berubah. Apa yang membawa kita ke sini bukanlah apa yang akan membawa kita ke level selanjutnya," sebutnya pada para karyawan Uber.

Menurut sumber terkait, Khosrowshahi juga ingin Uber segera berjualan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Targetnya antara 18 sampai 26 bulan ke depan.

Selain sikap kontroversial Kalanick yang mempengaruhi citra Uber, perusahaan ride sharing ini juga direpotkan dengan gugatan hukum yang dilakukan Waymo, perusahaan mobil otonom milik Alphabet. Maka tugas Khosrowshahi memang amat berat.

Tapi dia dianggap orang yang sangat tepat memimpin Uber kembali ke jalur yang benar. Ia dikenal pemimpin yang tenang dan visioner. Dewan direksi Uber semuanya menyetujui penunjukannya.

Di usianya yang kini menginjak 48 tahun, Khosrowshahi sudah menorehkan perjalanan karir yang cukup panjang. Sebelum menjadi CEO Expedia, dia memulai karirnya di industri perbankan.

Khosrowshahi kemudian menjajal bidang lain dengan bekerja di perusahaan media dan internet IAC milik pebisnis Amerika Barry Diller. Khosrowshahi menyebut dirinya sebagai perwujudan American dream.

Sejak mengambil peran sebagai CEO Expedia di 2005, jajaran eksekutif perusahaan tersebut berjuang menghadapi resesi ekonomi yang membuat orang-orang memangkas anggaran perjalanan. Di masa inilah startup seperti Airbnb mendapat panggung untuk bersinar.

Meski tak mudah, seperti sudah diulas di awal, Khosrowshahi berhasil membawa Expedia tidak goyah bahkan melesat. Banyak di antara pemikirannya dipengaruhi latar belakangnya yang seorang pengungsi asal Iran. Revolusi Iran membawa Khosrowshahi dan keluarganya pindah ke AS pada tahun 1978. Saat itu usianya masih belia. (fyk/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed