Kamis, 17 Agu 2017 17:12 WIB

Apple Lirik Mahasiswa Indonesia

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Fino Yurio Kristo/detikINET Foto: Fino Yurio Kristo/detikINET
Jakarta - Apple berjanji akan membangun pusat riset di Indonesia. Dan perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat ini, mulai merintisnya dengan melirik mahasiswa Indonesia.

Apple bekerja sama dengan universitas Binus dalam program yang bertajuk iOS Foundation Program. Program ini bertujuan melatih para anak muda menjadi developer aplikasi yang berkualitas. Cikal bakal pusat riset yang akan merea dirikan.

Seperti diketahui, dari 3 skema Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk ponsel 4G yang beredar di Indonesia, Apple memilih mendirikan pusat inovasi. Mereka telah berjanji akan menggelontorkan investasi senilai USD 44 juta secara bertahap selama 3 tahun.

"Apple telah berjanji membangun 3 innovation center dalam 3 tahun. Yang pertama lokasinya di dekat sini, di BSD," sebut I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin di kampus Binus Alam Sutera, Kamis (17/8/2017).

"Nah, kami di sini untuk monitoring itu. Yang ada di sini (Binus-red) adalah prototipe pusat inovasi, percontohan. Orang-orangnya nanti akan dibawa kesana," tambah dia.

iOS Foundation Center melatih para mahasiswa Binus membuat aplikasi bermanfaat dengan bimbingan langsung instruktur dari Apple. Saat ini tercatat telah mendidik dua angkatan dengan masing-masing 30 peserta para mahasiswa.

Mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan tersebut tak menutup kemungkinan akan direkrut oleh Apple ketika pusat risetnya nanti didirikan di Indonesia. "Jadi ketika nantinya pusat inovasinya Apple dibuka, ruangannya gak kosong. Tapi sudah ada developernya," ucap I Gusti.

Untuk fasilitas, para mahasiswa yang lolos seleksi dalam iOS Foundation Program dibekali dengan perangkat Apple MacBook Pro serta iPhone 7. Namun perangkat itu statusnya dipinjamkan oleh kampus.

"Nilainya itu bukan di hardware saja. Tapi bagaimana ada kemauan Apple memberikan kesempatan pada anak kita, itu nilainya lebih tinggi," sebut rektor Binus, Harjanto Prabowo.

"Kita sangat mendorong kreativitas, mendorong ide dan riset. Anak muda kita kasih teknologi, maka mereka bisa melakukan lompatan besar," tambahnya. (fyk/mag)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed