BERITA TERBARU
Senin, 07 Agu 2017 17:47 WIB

Indosat Garap Bisnis Internet of Things di Sektor Logistik

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: detikINET/Rachmatunnisa Foto: detikINET/Rachmatunnisa
Jakarta - Masalah dalam pengantaran logistik bisa bikin ruwet jika dibiarkan. Pemantauan optimal memanfaatkan Internet of Things (IoT) pun bisa menjadi solusi.

Director and Chief Wholesale & Enterprise Officer Indosat Ooredoo Herfini Haryono menyebutkan IoT memungkinkan pelaku usaha atau korporasi melalukan transformasi digital dalam mempercepat pertumbuhan bisnis dan meningkatkan daya saing.

Dengan landasan inilah Indosat Ooredoo Business meluncurkan NEXTfleet sebagai solusi IoT fleet management (manajemen armada) untuk keperluan pengiriman logistik.

"Pada dasarnya ini adalah pengembangan dari machine to machine tracking. Kalau mobil logistik dipasangi GPS dan bisa di-track itu sudah banyak. Kami mentransformasi digital lebih jauh lagi," kata Herfini di salah satu sesi acara Asia IoT Business Platform yang diadakan di Hotel JW Mariott, Kuningan, Jakarta, Senin (7/2017).

Indosat Garap Bisnis Internet of Things di Sektor LogistikFoto: detikINET/Rachmatunnisa


NEXTfleet dikatakannya akan memudahkan korporasi dalam mengoptimalkan proses distribusi mulai dari perencanaan, penjadwalan, penugasan, sampai pada pemantauan armada secara akurat dan real time menggunakan aplikasi mobile dan perangkat IoT lainnya.

"Jadi selain nge-track, alur distribusi logistik gak pasif lagi. Di setiap poin saling bertukar data dan setiap level distribusi tahu status terupdate. Misalnya kita jadi tahu berapa pack yang sudah terkirim dan berapa yang masih tersisa di mobil. Semuanya terintegrasi dan real time," ujarnya memberi contoh.

Head of IOT & Vertical Apps Solution Indosat Ooredoo Hendra Sumiarsa menambahkan, sejumlah survei yang pernah dilakukan timnya mengungkapkan, keperluan logistik bisa mengambil lebih dari separuh biaya operasional sebuah bisnis.

Indosat Garap Bisnis Internet of Things di Sektor LogistikFoto: detikINET/Rachmatunnisa


"Tantangan yang dihadapi bisnis di Indonesia adalah high cost of logistic, 60% dari total cost ada di logistik. Impact-nya poor customer experience, delivery barang pun lambat, gak kompetitif dan ujungnya low profitability. Kalau profit rendah, bagaimana kita bisa grow dan berkompetisi," paparnya, di acara yang sama.

Hendra dengan percaya diri membeberkan keunggulan NEXTfleet dibandingkan fleet management lain yang ada saat ini.

Pertama, adanya fitur aplikasi berbeda untuk tiga pihak yang terlibat dalam proses rantai pasokan, yakni fleet manager, pengemudi, dan pelanggan. Fitur ini disebut sebagai Three personas.

"Ini menghadirkan proses yang saling terintegrasi dan kemudahan kolaborasi di antara ketiganya dalam memantau armada dan proses pendistribusiannya," sebut Hendra.

Kedua, Multi Point Destination. Yaitu kemampuan untuk melakukan aktivitas distribusi ke beberapa lokasi tujuan, dapat memonitor posisi dan aktivitas distribusi secara real time, sekaligus dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.

Dikatakan Hendra, NEXTfleet hanya salah satu solusi yang memperlihatkan komitmen Indosat Ooredoo Business menjadi mitra digital pilihan yang menghadirkan solusi ICT dan digital yang memudahkan pebisnis menjalankan operasionalnya dan mengembangkan bisnisnya.

"Kami percaya IoT bisa menjadi enabler bahkan mengakselerasi bisnis ke depan, sesuai dengan misi kita. Sebagai leading digital telco di Indonesia, kami akan membuat posisi kami sebagai preferred digital partner yang menghubungkan bisnis digital," yakinnya. (rns/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed