Perusahaan dimaksud adalah Netflix yang bergerak di layanan streaming online. Dikutip detikINET dari News.com.au, Senin (1/8/2017), Netflix yang jumlah pelanggannya sudah tembus 100 juta ini ternyata dalam masalah besar.
Terungkap kalau perusahaan asal Amerika Serikat itu memiliki utang USD 20 miliar atau lebih dari Rp 266 triliun. Bagaimana bisa pinjaman mereka sampai setinggi itu?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, investor agaknya belum cemas karena harga saham Netflix juga terus naik. "Mereka berjudi bahwa uang pinjaman dalam jangka pendek akan menghasilkan pertumbuhan, dengan teori Anda harus membelanjakan uang untuk menghasilkan uang," tulis sebuah artikel di LA Times.
Bagaimanapun, utang yang besar itu jelas ada risikonya. Apalagi kalau-kalau pertumbuhan pelanggannya tiba-tiba stagnan. Dan juga, tidak semua konten streaming yang mereka buat diterima dengan baik meskipun biaya pembuatannya sangat besar.
Akan tetapi strategi itu sudah mereka pilih. Netflix di bawah komando CEO Reed Hastings sepertinya mencontoh strategi startup dengan membakar uang di depan untuk meraih keuntungan jangka panjang.
(fyk/yud)