Sepak Terjang Tiket.com Hingga Diakuisisi Blibli

Sepak Terjang Tiket.com Hingga Diakuisisi Blibli

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 16 Jun 2017 10:10 WIB
Foto: Agus Tri Haryanto/inet
Jakarta - Perusahaan e-commerce lokal, Blibli.com melakukan aksi korporasi dengan mengakuisi sepenuhnya Tiket.com yang merupakan pemain Online Travel Agent (OTA). Apa daya tarik Tiket.com hingga dibeli oleh Blibli?

Tiket.com didirikan tahun 2011. Ketika itu perusahaan online ini masih menyediakan reservasi hotel dan tiket hiburan. Setahun kemudian, Tiket.com menghadirkan pemesanan tiket pesawat.

Saksikan video 20detik tentang Blibli akuisi Tiket.com di sini:


Pada saat ini, Tiket.com telah menjual penerbangan lebih dari 35 maskapai, baik untuk dalam negeri maupun internasional. Sementara untuk inventory produk hotel yang dimiliki Tiket.com telah mencapai 180 ribu hotel yang bisa dipesan di platform-nya.

Tahun 2013, pesaing dari Traveloka ini menyediakan pemesanan tiket dan berhasil menjadi partner online utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kala itu, PT KAI baru saja menerapkan sistem penjualan tiketnya secara online. Di tahun 2014, Tiket.com memfasilitasi penyewa mobil harian secara online sebagai penanda bahwa perusahaannya memang fokus di bidang travel.

"Bulan Julinya kita luncurkan mobile apps, menjadi salah satu poin kita hingga tumbuh signifikan. Pada Desember, akhirnya kita melebihi Rp 1 triliun secara revenue dan pada saat itu kita senang banget, it's magic for us," ucap Co-Founder sekaligus Chief Communications Officer Tiket.com, Gaery Undarsa di Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Disampaikan Gaery bahwa perusahaannya adalah 100% Indonesia, baik dari sisi pendiri, pegawai, sampai investasi. Hal itu selalu dibanggakan oleh Tiket.com selama 6 tahun terakhir ini. Tercatat hingga 2017, aplikasi dari Tiket.com diunduh 1,7 juta kali dengan 5 produk, yaitu tiket pesawat, hotel, kereta api, sewa mobil, dan event/tiket hiburan.

Catatan perjalanan Tiket.com tersebut membuat Blibli meminangnya. Di samping itu, Blibli tengah memperbesar lini bisnisnya dengan menyediakan kategori produk baru berupa travel online dengan nama Blibli Travel.

Kategori produk yang dihadirkan sejak akhir 2016 itu menandakan bahwa Blibli membidik travel online sebagai salah satu fokus pengembangan bisnis dikarenakan adanya pasar yang menjanjikan, di mana statistik menunjukkan minat pembelian produk travel melalui online terus meningkat.

Gaery mengatakan proses akuisisi telah dilakukan dari 5 bulan lalu. Dikatakannya akuisisi ini akan membuka peluang sangat besar bagi Tiket.com untuk tumbuh secara eksponensial, baik dari rencana sinergi yang ada dan dari segi penetrasi pasar.

"Ini merupakan achievement yang terbaik. Pada 12 Juni, secara official Tiket.com resmi diakuisi 100% oleh Blibli," kata Gaery.

Pada kesempatan yang sama CEO Blibli Kusumo Martanto, menuturkan nada yang sama. Akuisisi Tiket.com menjadi salah satu cara Blibli melebarkan sayap ke travel online. Di sisi lain, akuisisi ini juga berdasarkan kesamaan visi misi untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.

Bersamaan dengan akuisisi, ditunjuk pula Chief Executive Officer (CEO) Tiket baru yang dipegang oleh George Hendrata. Sebagai informasi, George saat ini menjabat sebagai Chairman BMJ, perusahaan kertas ketiga terbesar di dunia. Ia juga menduduki posisi Direktur Pengembangan/Diversifikasi Bisnis Djarum. (fyk/fyk)