Rabu, 14 Jun 2017 09:15 WIB

Akhir Kisah CEO Cantik Yahoo yang Mengenaskan

Rachmatunnisa - detikInet
Marissa Mayer. Foto: GettyImages Marissa Mayer. Foto: GettyImages
FOKUS BERITA Yahoo Resmi Dijual
Jakarta - Resmi berakhir sudah status Yahoo sebagai perusahaan independen. Mantan raksasa di jagat internet itu telah sah menjadi milik operator Verizon dengan mahar USD 4,48 miliar. Berakhir pula kiprah sang CEO berparas cantik, Marissa Mayer.

Saksikan video 20detik tentang Yahoo dijual di sini:


Mayer menjabat CEO Yahoo sejak Juli 2012. Ia memutuskan menerima tantangan membangkitkan Yahoo setelah malang melintang di Google dengan jabatan terakhir Vice President of Google Search Products and User Experience.

Yahoo, di bawah kepemimpinan Mayer, memang bekerja sangat keras, terutama memperkuat divisi internet mobilenya. Namun di luar mereka, ada perusahaan seperti Apple dan Google yang menyelesaikan persoalan internet mobile dengan jauh lebih baik. Yahoo tertinggal.

"Apple memecahkan masalah itu dengan iPhone dan Google dengan Android-nya," kritik Carlson seperti dikutip detikINET dari bukunya.

Yahoo juga menderita karena ketidakmampuan Mayer merekrut eksekutif berbakat. Sangat sering orang meraih posisi di Yahoo bukan karena Mayer mencari mereka, melainkan karena mereka yang mencari Mayer dan menawarkan diri kepadanya. Tiga rekrutan terpentingnya, CFO Ken Goldman, COO Henrique De Castro dan CMO Kathy Savitt bergabung ke Yahoo dengan cara seperti ini.
Akhir Kisah CEO Cantik Yahoo yang MengenaskanMarissa Mayer. Foto: GettyImages

Karena kesulitan merekrut orang yang sesuai, dia mengerjakan banyak pekerjaan yang bukan menjadi alasan perekrutannya. Sebagai CEO Yahoo, Mayer juga harus belajar hal lain yang tidak sama dengan apa yang sukses dilakukannya selama 13 tahun di Google, dan ini di luar dugaan dia.

Misalnya, wanita berambut pirang ini harus belajar sistem keuangan untuk menyelamatkan saham Yahoo. Karena pertanggungjawaban Mayer tak hanya kepada para karyawannya di Yahoo, tetapi juga para pemegang saham. Hanya satu hal yang dipedulikan para pemegang saham, yakni harga saham naik.

Mayer juga melakukan pekerjaan eksekutif media dan mengurusi bisnis periklanan. Takdir Yahoo bergantung pada pemahaman Mayer terhadap industri ini. Karena harus melakukan pekerjaan yang bukan menjadi tugasnya, Mayer justru tak mampu mengerjakan keahlian yang selama ini membuatnya bersinar, yaitu mengembangkan produk.

Gaya kepemimpinan Mayer pun menuai kritikan. Sosok yang semula dibangga-banggakan sebagai penyelamat Yahoo ini, di kemudian hari dinilai sebagian orang yang kecewa padanya sebagai pengatur, penghambat dan diktator.

Beberapa karyawan menyebut Mayer sebagai Evita, merujuk pada Evita Peron atau Eva Peron, istri kedua mantan Presiden Argentina Juan Peron. Tentu tidak salah menyamakannya dengan Evita yang dikenal dengan prestasinya di kancah politik dan berkuasa. Sayangnya julukan ini bukan bermakna baik, melainkan lebih menganggap Mayer haus pamor dengan kekuasaannya.

Tak Bisa Diselamatkan

Segala upaya Mayer akhirnya mentah. Bukan hanya dia, semua CEO Yahoo sebelum masa kepemimpinnanya juga gagal membangkitkan sang mantan raksasa.

"Yahoo, siapa pun CEO-nya, tidak bisa diselamatkan," tegas Carlson menutup bagian akhir bukunya. Mayer bukan sosok berbakat pertama yang mencoba menyelamatkan Yahoo.

Mulai dari Jeff Mallet, Terry Semel, Jerry Yang, Sue Decker, Carol Bartz dan kini Marissa Mayer, semua adalah orang terkenal di balik Yahoo yang berakhir dengan kegagalan.

Sebelum gilirannya sebagai pucuk pemimpin Yahoo, Terry Semel sudah sangat dikagumi oleh eksekutif media. Sebelum eranya, Carol Bartz adalah rekrutan unggulan karena kinerjanya yang mengesankan di Sun Microsystem dan Autodesk.

Sebelum mengambil posisi sebagai CEO, Jerry Yang selalu menjadi co-founder kesayangan. Sebelum promosinya, Sue Decker dianggap pahlawan karena ketegasannya dengan Wall Street dan kewaspadaannya di ruang rapat. Demikian juga Mayer, dia menarik perhatian dengan segudang prestasinya di Google dan keahliannya dalam pengembangan produk dan urusan desain.

"Setelah itu, mereka semua menjadi pengemis dalam industri ini, dihina secara luas dan kadang dengan tidak adil karena gagal mengembalikan Yahoo ke masa kejayaannya," imbuh Carlson.

Kini Mayer benar-benar lengser dari Yahoo setelah perusahaannya itu dicaplok Verizon. Keterpurukan Yahoo memang menyedihkan, namun tentu tak sepenuhnya tanggung jawab Mayer. (rns/fyk)
FOKUS BERITA Yahoo Resmi Dijual