Menurut Kaspersky, Microsoft menyalahgunakan dominasinya dalam sistem operasi PC, dengan semacam menghadang kehadiran software keamanan pihak ketiga di OS-nya itu. Caranya dengan menggabungkan software antivirus bawaan Windows -- Defender -- di setiap sistem operasi Windowsnya.
Menurut Microsoft, software antivirus yang terintegrasi dengan Windows berguna untuk melindungi pengguna. Namun menurut Kaspersky, hal tersebut masuk ke dalam aksi monopoli, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (8/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gugatan ini didaftarkan Kaspersky setelah mereka gagal mencapai kata sepakat dengan Microsoft dalam negosiasi yang sebelumnya sudah terjadi. Menurut Kaspersky, aksi Microsoft ini juga merugikan para pengguna.
"(Mereka) memberikan tingkat proteksi yang rendah untuk pengguna, pembatasan terhadap hak mereka untuk memilih dan kerugian finansial baik untuk pengguna maupun perusahaan solusi keamanan," tulis perusahaan berbasis di Moskow, Rusia tersebut.
(asj/yud)