Kamis, 18 Mei 2017 21:10 WIB

Mereka Ramai-ramai Menggarap Fintech

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Dari total populasi orang dewasa di Indonesia, hanya ada sekitar 36% yang memiliki akun bank. Melihat fakta tersebut, para 'leluhur' berkumpul untuk mengembangkan industri financial technology atau yang dikenal fintech.

Dalam acara yang bertajuk 'Fintech Connect', para pembicara seperti CIO Investree Dickie Widjaja, Indrasto Budisantoso dari Jojonomics, Jonathan Bryan dari Koinworks, serta Chief Editor Recap.id Aulia Masna, mengungkapkan 'daya magis' fintech di kehidupan sehari-hari.

Fintech mendobrak cara kita melihat bank dan akun bank, sebab fintech membuat orang tak lagi memerlukan akun bank untuk mendapatkan layanan keuangan. Demi mengambil potensi tersebut secara optimal, tentu harus ada nada yang sama dari setiap pelaku industri.

Fintech Connect yang digelar oleh Lab Kinetic, perusahaan riset yang fokus dalam pengembangan ekosistem startup digital di Indonesia, agar menciptakan dialog yang baik dari berbagai sektor terkait dan memunculkan keselarasan gerakan multisektor dalam menghadapi era ekonomi digital.

Mereka Ramai-ramai Menggarap FintechFoto: detikINET/Agus Tri Haryanto


"Kami melihat peluang di bidang fintech adalah sesuatu yang perlu diambil kalangan developer saat ini. Lewat kegiatan ini, diharapkan semua pihak terkait bisa bertemu dan berkolaborasi," ujar Wicak Hidayat, Potion Master Lab Kinetic di Kantor Bank Bukopin, Jakarta.

Pembicara dari sektor bisnis, startup, media, pemerintah, teknologi, serta bank yang duduk bersama ini mengeksplorasi fintech dari segi pasar dan kemampuannya untuk mengubah cara konsumen bertindak dan mengambil keputusan keuangan, serta mengeksplorasi batas yang dapat dicapai oleh pengembang ide fintech.

Diskusi tersebut dilanjutkan ke "Provocative Session: Initiative Exchanges on Fintech" yang melibatkan perwakilan PT Pos Indonesia, Bank Bukopin, dan Bursa Efek Indonesia.

Mereka Ramai-ramai Menggarap FintechFoto: detikINET/Agus Tri Haryanto


Disebutkan, sesi tersebut memprovokasi terjadinya dialog antara perusahaan serta bank konvensional dengan pelaku teknologi finansial.

"Dialog ini bertujuan untuk mengupas permasalahan industri yang masih dapat diisi kekosongannya dengan fintech. Misalnya, sistem di PT Pos yang belum memadai dapat dibantu oleh para developer dengan membuat aplikasi yang dapat membantu memutakhirkan layanan pembayaran," tuturnya.

Dalam kesempatan ini juga diundang pula secara khusus perwakilan dari Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Perekonomian, Bank Indonesia, OJK, Bank Bukopin, Google Developer, Indonesia Android Kejar, Ikatan Bankers Indonesia, PT Garuda Indonesia, PT Pos Indonesia, Swamitra, dan Asosiasi Fintech Indonesia. (rou/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed