Kamis, 18 Mei 2017 20:14 WIB

Ambisi Grab Lahirkan 5 Juta Pengusaha Mikro

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Grab menargetkan bisa melahirkan lima juta wirausahawan mikro di Indonesia pada 2018. Rencana tersebut merupakan bagian dari Master Plan 2020 'Grab 4 Indonesia'.

Saksikan video 20detik mengenai Pusat Riset Grab di Jakarta di sini:


Target tersebut dicantumkan karena Grab mengklaim terjadi pertumbuhan kuat di Indonesia dan infrastruktur yang telah dibangun pada program 'Grab 4 Indonesia' tahap pertama. Melahirkan lima juta wirausahawan mikro Indonesia merupakan program 'Grab 4 Indonesia' tahap kedua.

"Penciptaan lima juta wirausahawan mikro ini juga membantu pemerintah dalam mencapai target ekonomi pada tahun 2020 di Asia Tenggara," ujar Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Ridzki memaparkan bahwa posisi Grab saat ini diklaim menjadi nomor satu perusahaan ride-sharing di Asia Tenggara dengan mengguasai market share 70%. Lalu, Grab mengakui lebih dari 2,3 juta pemesanan perjalanan terjadi setiap harinya di ASEAN.

"Dan kurang lebih 50% dari perjalanan tersebut terjadi di Indonesia," imbuhnya.

Dampak dari akuisisi Kudo ini, maka penyebaran Grab telah lebih dari 500 kota di seluruh Indonesia. Saat ditanya mengenai penggunaan investasi USD 700 juta dari program 'Grab 4 Indonesia' untuk akuisisi Kudo, pihak Grab enggan untuk menyebutkan nilainya.

Disebutkan pula ambisi melahirkan lima juta wirausahawan mikro Grab ini salah satu faktornya integrasi Kudo mulai membaya dividen. Tim engineering dari Grab dan Kudo telah menciptakan modul onboarding di aplikasi Kudo, dimana 400 ribu agen resmi Kudo telah menggunakan layanan mitra pengemudi dalam aplikasi Grab.

Hal ini tentu akan secara langsung mendukung ekspansi masal basis mitra pengemudi Grab di seluruh Indonesia. Selain itu, mitra pengemudi Grab juga akan memperoleh sumber pendapatan baru melalui aplikasi Kudo dengan menjadi agen dan menjual barang-barang secara online kepada konsumen.

"Kami telah bermitra dengan perusahaan yang memiliki semangat yang sama dalam membantu masyarakat Indonesia agar dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital melalui inovasi-inovasi yang dihadirkan di Indonesia," ucap Albert Lucius selaku CEO dan Co-Founder Kudo.

"Berkat kemitraan ini pula, kami dapat tumbuh lebih cepat dan melihat dampak yang lebih besar dari apa yang kami lakukan, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara," tambahnya. (rou/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed